Kadispenad Ungkap Kronologi Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

  • 17 Jul 2026 14:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ledakan terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi, menyebabkan satu personel meninggal, empat luka berat, dan dua luka ringan
  • TNI Angkatan Darat segera mengevakuasi korban, memberikan pendampingan, serta membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab insiden
  • TNI Angkatan Darat menegaskan investigasi dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan meminta publik menghindari spekulasi sebelum pemeriksaan selesai

RRI.CO.ID, Jakarta - Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan kronologi insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi, Madiun, Kamis, 16 Juli 2026. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika personel menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi.

Donny menyebut insiden itu mengakibatkan satu personel meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka berat. Selain itu, dua personel lainnya mengalami luka ringan akibat insiden yang terjadi di gudang penyimpanan tersebut.

“Insiden terjadi saat personil melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden tersebut, satu orang personil dinyatakan meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia mengatakan satuan segera mengevakuasi seluruh korban menuju rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis secara cepat dan berjenjang. TNI Angkatan Darat juga langsung mengambil langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian serta pendampingan penuh kepada seluruh korban.

Selain berkoordinasi dengan rumah sakit, TNI Angkatan Darat membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden. Tim tersebut bertugas mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden melalui proses pemeriksaan yang profesional, objektif, dan menyeluruh.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, obyektif, dan menyeluruh. Agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Donny menegaskan proses investigasi dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta nantinya dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada tim investigasi bekerja optimal serta menghindari spekulasi sebelum pemeriksaan selesai.

Menurutnya, tim investigasi telah dibentuk dan pada sore hari langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk bertugas. TNI Angkatan Darat juga berkomitmen menangani peristiwa tersebut secara serius, transparan, serta memastikan seluruh proses berjalan sebaik-baiknya.

“Kemudian TNI Angkatan Darat yang jelas berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan. Sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya,” ucap Donny.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....