Menteri Bahlil Sebut Groundbreaking Abadi Masela, Babak Baru Perjalanan Bangsa

  • 17 Jul 2026 07:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Blok Masela, Maluku pada tanggal 16 Juli 2026 melalui konferensi video hybrid dari Istana Merdeka Jakarta dan lokasi proyek.
  • Proyek Abadi Masela yang telah dicanangkan 28 tahun lalu dengan nilai investasi USD 20,9 miliar (Rp381,24 triliun) akan menghasilkan kapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun setara dengan 120 MM SCFD dan 35 ribu barel kondensat per hari.
  • Alokasi produksi LNG ditetapkan 60 persen minimal untuk kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk ekspor guna memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto berhasil menghidupkan kembali proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela atau Blok Masela di Maluku. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai peletakan batu pertama (Groundbreaking) PSN LNG Abadi Masela secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta dan Maluku

"Tepat tanggal 16 Juli 2026, kita menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu. Sudah melewati enam presiden, dan Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa mengeksekusi hari ini," kata Menteri Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Prabowo di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.

Menteri Bahlil mengatakan proyek Blok Masela telah lama tidak ada kepastian alias terkatung-katung. Berbagai perdebatan yang mengakibatkan proyek terus tertunda.

Pada era pemerintahan Presiden Prabowo, perdebatan Blok Masela dapat diatasi. Presiden Prabowo menyampaikan perintah tegas agar proyek Blok Masela dapat dilanjutkan.

"Atas bimbingan, arahan, dan perintah Bapak Presiden kepada kami sebagai pembantu Presiden untuk segera mengeksekusi. Melakukan asistensi, dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi perizinan minyak atau gas," katanya.

Menteri Bahlil mengatakan pengembangan proyek abadi Masela mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi. Menteri Bahlil mengungkap nilai investasi sekitar USD20,9 miliar (Rp381,24 triliun).

Menteri ESDM mengatakan proyek abadi Masela akan memiliki kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Jumlah tersebut setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari

“Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita. Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan" katanya.

"Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor,” katanya.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga atas proyek Blok Masela. Menurutnya pembangunan proyek abadi Masela yang telah ditunggu hampir tiga dekade lamanya ini harus segera terselesaikan.

“Proyek ini hampir tiga dekade tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....