Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Distribusi Dipercepat ke SPBU

  • 16 Jul 2026 18:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina Patra Niaga menambah armada, pengemudi, dan jam operasional SPBU untuk mempercepat distribusi BBM serta mengurangi antrean
  • Stok nasional BBM dan LPG dipastikan lebih dari cukup, dengan ketersediaan BBM rata-rata 14–40 hari dan Pertalite serta Biosolar sekitar 14–15 hari
  • Pertamina menggandeng TNI-Polri mengamankan distribusi BBM serta menyiapkan armada cadangan untuk mengantisipasi gangguan operasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman memastikan percepatan distribusi BBM dilakukan melalui penambahan armada dan pengemudi. Penambahan jam operasional SPBU serta pengiriman dari depo menuju SPBU juga dilakukan untuk mengurangi antrean masyarakat.

Taufik mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok nasional BBM dan LPG dipastikan tersedia lebih dari cukup. Pertamina kini memprioritaskan percepatan distribusi menuju SPBU dan jaringan ritel agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.

“Mohon juga masyarakat tidak terlalu khawatir bahwa secara stok nasional kebutuhan BBM dan LPG kami senantiasa kita siapkan lebih dari cukup. Dan ini nanti akan kita uraikan untuk distribusinya lebih cepat ke SPBU-SPBU dan retail,” ujarnya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan stok BBM nasional saat ini rata-rata tersedia untuk kebutuhan selama 14 hingga 40 hari. Stok Pertalite dan Biosolar disebut rata-rata berada pada kisaran 14 hingga 15 hari sesuai kondisi nasional.

Taufik menyampaikan tantangan utama saat ini adalah mempercepat penyaluran BBM menuju SPBU, terutama di sejumlah titik prioritas. Ia menyebut kondisi distribusi di Sumatera telah kembali normal setelah penambahan armada dan awak mobil tangki selama dua hari.

“Laporan tadi pagi kan sudah normal karena kami 2 hari terakhir kita tambah armada dan juga tambah drivernya (pengemudi) ataupun awak mobil tangki nya. Nah memang ada juga kami dibantu dengan tenaga keamanan TNI Polri adalah untuk memastikan pengamanan distribusi BBM itu sampai di tujuan,” kata Taufik.

Pertamina juga mendapat dukungan pengamanan distribusi BBM dari TNI dan Polri untuk memastikan pasokan tiba di SPBU tujuan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi berjalan lancar sekaligus mencegah terjadinya antrean panjang di sejumlah wilayah.

Menanggapi isu pemberhentian massal sopir truk BBM, Taufik menegaskan perusahaan menerapkan aturan disiplin terhadap setiap pelanggaran operasional. Pertamina juga menyiapkan armada cadangan sebagai langkah antisipasi agar kekosongan distribusi BBM tidak terjadi di lapangan.

“Memang kita kan ada rule (aturan) ya, ada regulasi kalau memang yang melakukan pelanggaran ya kita tindak disiplin. Nah kemudian sebagai backupnya tentunya kami juga menyiapkan backup-backup untuk supaya kekosongan itu tidak terjadi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....