Bappenas Dorong Peremajaan Kebun Dukung Hilirisasi Kelapa

  • 14 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai keberhasilan hilirisasi kelapa nasional perlu diawali dengan penguatan sektor hulu
  • Melalui percepatan peremajaan tanaman dan penyediaan benih unggul bersertifikat
  • Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi Kelapa Kementerian PPN/Bappenas Sukmo Harsono mengatakan langkah tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menilai keberhasilan hilirisasi kelapa nasional perlu diawali dengan penguatan sektor hulu. Melalui percepatan peremajaan tanaman dan penyediaan benih unggul bersertifikat.

Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi Kelapa Kementerian PPN/Bappenas Sukmo Harsono mengatakan langkah tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas. Sekaligus memanfaatkan tingginya permintaan kelapa di pasar global.

"Ketika permintaan kelapa dunia meningkat sangat tinggi. Kita justru dihadapkan pada kenyataan bahwa sebagian besar perkebunan kelapa kita sudah tua, banyak yang rusak akibat abrasi, dan minat masyarakat untuk menanam kembali masih rendah," kata Sukmo, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengembangan industri pengolahan, tetapi juga harus dimulai dengan pembenahan perkebunan kelapa sebagai fondasi utama. Bappenas mencatat sekitar 5,3 juta petani di Indonesia menggantungkan mata pencaharian pada komoditas kelapa.

Namun, sebagian besar perkebunan masih dikelola secara tradisional dengan produktivitas yang terus menurun akibat usia tanaman dan berkurangnya lahan produktif. Di sisi lain, penguatan hilirisasi dinilai mampu mendorong pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti minyak kelapa, air kelapa, santan, kelapa parut kering, hingga bahan baku industri pangan dan nonpangan.

Sukmo menjelaskan, salah satu tantangan utama program peremajaan kebun adalah keterbatasan benih unggul bersertifikat. Ini yang belum mampu memenuhi kebutuhan penanaman kembali dalam skala besar.

"Kalau replanting dilakukan tanpa menggunakan bibit unggulan yang jelas varietas dan asal-usulnya. Maka lima sampai enam tahun ke depan hasil panennya tidak akan sesuai harapan," ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan sektor kelapa, Bappenas telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045 sebagai acuan bagi kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani. Dalam mempercepat peremajaan kebun, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai tambah komoditas kelapa.

Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap produktivitas perkebunan meningkat, kesejahteraan petani semakin baik. Dan daya saing industri kelapa Indonesia di pasar global terus menguat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....