OJK Dukung Literasi Keuangan Ahli Waris BPJS Ketenagakerjaan

  • 13 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OJK siap mendukung program pemberdayaan BPJS Ketenagakerjaan melalui peningkatan literasi keuangan bagi ahli waris.
  • BPJS Ketenagakerjaan menilai kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci keberhasilan program.
  • Program Kemandirian Ahli Waris (PKA) diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungannya terhadap program pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan literasi keuangan bagi para ahli waris dan penerima manfaat.

Kepala OJK Kantor Regional Jabodebek, Edwin Nurhadi mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta. Kerja sama juga melibatkan Rumah BUMN dan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Kami dari kantor OJK Jabodebek, tentunya sangat mendukung dan sangat siap untuk berkolaborasi, dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI. Beserta dengan teman-teman dari Rumah BUMN, dan juga dari Himbara,” ujar Edwin di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Edwin, program tersebut merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama. Pasalnya, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam mengelola dana yang dimiliki.

“Jadi, ini salah satu langkah yang sangat baik, yang tentunya perlu kita dukung bersama, untuk meningkatkan literasi keuangan. Tidak hanya bagi masyarakat yang umum, tapi khususnya bagi para penerima manfaat dari BPJSTK,” ucpanya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Menurutnya, banyak lembaga yang telah memiliki program pelatihan serupa, namun masih berjalan sendiri-sendiri.

Ia menyebut OJK, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BTN, Rumah BUMN, hingga dinas terkait memiliki berbagai program pelatihan. Namun peserta pelatihan sering kali belum memiliki modal awal untuk memulai usaha.

Berbeda dengan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang telah memiliki modal berupa dana santunan atau manfaat jaminan sosial. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan dana tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif.

“Para peserta ini sudah punya modal awal, yaitu manfaat. Dan kemudian ada kami yang akan membantu memfasilitasi mereka sampai dengan mereka bisa produktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan program tersebut bertujuan menggabungkan seluruh kekuatan ekosistem agar pelatihan yang diberikan dapat saling melengkapi. Program literasi keuangan OJK, misalnya, dapat berjalan beriringan dengan program pemberdayaan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Di sisi lain, Rumah BUMN juga memiliki berbagai pelatihan bagi pelaku UMKM. Program tersebut dapat disesuaikan dengan minat usaha yang dipilih oleh para peserta.

Saiful menegaskan kolaborasi merupakan kekuatan utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, pendekatan bersama lebih efektif dibandingkan pelaksanaan program secara terpisah.

“Jadi, kolaborasi adalah sangat penting, karena inilah kekuatan kita bersama. Yang kemarin-kemarin kita jalan sendiri-sendiri, sekarang saya mengajak untuk bersama-sama menjadikan ini sebagai program terpadu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....