Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi Musim Kemarau

  • 11 Jul 2026 05:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino.
  • Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak jauh hari berdasarkan pengalaman menghadapi El Nino pada 2023.
  • Berdasarkan laporan Bapanas, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kondisi pangan nasional aman menghadapi kemarau dan El Nino. Pemerintah memperkuat berbagai komoditas strategis, tidak hanya beras, guna menjaga pasokan bagi masyarakat.

Amran mengatakan, Jumat 10 Juli 2026, pemerintah menyiapkan sejak jauh hari berdasarkan pengalaman menghadapi El Nino 2023. Berdasarkan laporan Bapanas, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari menghadapi El Nino. Dulu, pengalaman 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran yang juga Menteri Pertanian.

Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah juga terus diperkuat, dengan stok di provinsi mencapai 7,34 ribu ton. Lalu di tingkat kabupaten/kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah hingga akhir Juni.

Selain beras, pemerintah juga memiliki cadangan berbagai komoditas strategis. Stok jagung pakan masih mencapai 188 ribu ton dan disalurkan kepada peternak unggas .

Penyaluran itu melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau. Program SPHP adalah kerjasama antara Bapanas dan Bulog.

Cadangan minyak goreng sekitar 1,1 ribu kiloliter, sedangkan gula konsumsi mencapai 2,79 ribu ton di Bulog dan ID Food. Untuk daging ayam, ID Food masih memiliki stok sekitar 38 ton.

Untuk komoditas mudah rusak seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam, Bapanas optimistis akan terpenuhi. Produksi dalam negeri komoditas tersebut diproyeksikan mengalami surplus sepanjang tahun.

Proyeksi Neraca Pangan Bapanas menunjukkan produksi cabai besar tahun ini diperkirakan mencapai 1,51 juta ton. Jumlah ini jauh di atas kebutuhan konsumsi sebesar 929,27 ribu ton.

Produksi cabai rawit diproyeksikan 1,5 juta ton dengan kebutuhan 913,61 ribu ton. Untuk bawang merah, produksi diperkirakan 1,32 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 1,25 juta ton.

Produksi telur ayam ras diproyeksikan mencapai 6,98 juta ton dengan kebutuhan 6,47 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras mencapai 4,89 juta ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.

Amran yakin kondisi pangan nasional Puncak musim kemarau diperkirakan Agustus hingga September. "Insya Allah pangan kita aman, terutama beras," ujarnya.

Menurut Amran, keberhasilan menjaga swasembada beras menjadi indikator penting ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan Indonesia saat ini tidak melakukan impor beras medium.

"Swasembada itu artinya ketika suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna," katanya.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi El Nino. Di antaranya, melalui pembangunan cadangan pangan yang kuat, peningkatan produksi, serta penguatan distribusi.

"Kami tetap waspada menghadapi El Nino. Cadangan pangan kokoh, produksi meningkat, distribusi semakin kuat dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Sarwo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....