Indonesia Gencarkan Penurunan 'Stunting' dalam Dua Tahun
- 26 Mei 2023 00:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indonesia berkomitmen menggencarkan penurunan stunting sebesar 7,6 persen hingga tahun 2024. Adapun stunting merupakan gagal tumbuh anak yang disebabkan kekurangan gizi kronis.
“Diketahui bahwa target stunting kita di 2024 adalah 14 persen. Sekarang ini ada di 21,6 persen, jadi dalam dua tahun ini kita harus menurunkan 7,6 persen,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin usai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Tingkat Menteri untuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Triwulan I Tahun Anggaran 2023, di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2023).
Wapres mengungkapkan, penurunan stunting pada 2022 mencapai 21,6 persen. Sedangkan target penurunannya pada 2024 sebesar 14,16 persen.
“Berarti per tahun 3,8 persen dan di tahun lalu kita hanya mencapai 2,8 persen. Artinya kalau kita tidak melakukan upaya peningkatan, maka kita tidak bisa mencapai 14,16 persen kalau seperti tahun lalu,” ujarnya.
Percepatan penurunan stunting telah dilaksanakan sejak 2018. Kebijakan ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Guna mencapai target penurunan stunting 2024, maka dilakukan konsolidasi anggaran pendukung dari 38 Kementerian/Lembaga. “Kita akan lebih percepatan. Kenapa tahun lalu 2,8 persen, hasil itu karena memang perpres yang baru belum berjalan dengan baik,” kata Wapres, yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
“Dan anggaran termasuk anggaran dana desa masih dipakai untuk pandemi dan kita-sekarang konsolidasi dan semua anggaran-anggaran juga selain Dana Desa untuk stunting. Anggaran yang tersebar di 38 Kementerian akan kita koordinasi kan, supaya untuk anggaran stunting diprioritaskan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut, perubahan cara pikir diperlukan dalam upaya penurunan angka stunting. Termasuk sosialisasi secara masif yang diatur dalam pilar kedua strategi nasional.
“Maka yang kita lakukan ada di pilar kedua dalam strategi nasional adalah sosiliasi secara masif, masif information system yang kita bangun. Semua lini kita lakukan sosialsiasi harapannya akan terjadi perubahan pola perilaku mindset dan pengetahuan dari situ perubah,” kata Hasto.
Pemerintah mencatat terdapat sejumlah kabupaten yang berhasil menurunkan angka stunting hingga lebih dari 10 persen yang dapat dijadikan model. Diantaranya, Pidie (11,5 persen), Mandailing Natal (13,5 persen), Simalungun (10,6 persen), Langkat (12,9 persen), Fakfak (10 persen), serta Solok (15,9 persen).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....