Mentan Waspadai Virus Ternak Jelang Hari Raya Kurban

  • 23 Mei 2023 01:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Tangerang : Kementerian Pertanian terus mewaspadai penyebaran virus pada hewan ternak menjelang Iduladha 1444 Hijriah. Khususnya penyakit kuku dan mulut serta Lumpy Skin Desease (LSD).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan seluruh stakeholder untuk fokus akan penyebaran virus yang menyerang hewan ternak tersebut. Penanganan terhadap kasus ini dinilai telah membaik, sehinga jangan abai untuk mempertahankannya.

"Penanganan kasus PMK (penyakit kuku dan mulut, red) kita termasuk yang terbaik selama ini. Kita sudah redup sampai 99 persen, akan tetapi bukan berarti kita boleh abai," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/5/2023).

Mentan menargetkan semua pergerakan sebelum Iduladha sudah mendapatkan asistensi dan pendampingan dari karantina di semua pelabuhan dan bandara. Sehingga pergerakan hewan ternak interinsuler (antarpulau, red) bisa terkendali.

Untuk itu, Syahrul meminta adanya ketaatan kerja sama pemerintah daerah bersama pihak keamanan, baik kepolisian, karantina, dan bea cukai. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga agar virus yang ada tidak masuk ke Indonesia.

"Ketaatan kerja sama pemerintah daerah bersama karantina, kepolisian, bea cukai, harus sama-sama. Sehingga betul-betul ketersediaan tenak dalam rangka Iduladha nanti, khususnya untuk sapi yang akan dipotong, sudah dihitung dengan baik," kata dia.

Tidak hanya kasus PMK, Mentan juga menilai berbagai virus yang dikhawatirkan masuk ke Indonesia perlu dilakukan pencegahan. Pemberian vaksin terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK maupun LSD sudah cukup baik, serta stoknya sendiri pun masih mencukupi.

"Selama ini vaksin cukup baik, artinya kita tidak kekurangan vaksin. Tapi kan tidak boleh hari ini disuntik itu hewan, besok suntik lagi, perlu ada jeda tiga bulan," ucapnya.

Mentan memastikan pihaknya akan memetakan daerah-daerah yang terjangkit PMK dengan melakukan isolasi ketat terhadap peredaran hewan ternak. "Kita punya mapping, dan kalau daerah-daerah yang memang kita ragukan, isolasi sangat ketat, bahkan ternak tidak boleh keluar dari tempat itu," ujarnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....