Peringatan Hari Guru Syeikh Kadirun Yahya
- 21 Jun 2025 16:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Peringatan Hari Guru Sayyidi Syeikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya diselenggarakan khidmat di Depok. Acara berlangsung di Surau Qutubul Amin Arco, Bojongsari, Jumat (20/6/2025).
Ziarah akbar ini diikuti lebih dari 10.000 jamaah dari berbagai daerah dan mancanegara. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi besar pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.
Sayyidi Syeikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya adalah tokoh tasawuf besar sekaligus ilmuwan inovatif. Beliau memadukan ilmu tasawuf dan metafisika eksakta dalam kajian akademik yang diakui dunia.
Ilmu beliau dikembangkan di Universitas Panca Budi, Medan, Sumatera Utara hingga kini. Ajarannya menjadi pijakan ilmiah bagi kajian tasawuf modern di lingkungan akademik dan praktisi.
Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah ini lahir 20 Juni 1917 di Sumatera Utara. Beliau wafat 9 Mei 2001 pada usia 84 tahun dan dimakamkan di Surau Qutubul Amin Arco.
Ziarah kali ini juga dihadiri rombongan dari Alkah Dzikir dan Rumah Suluk Surau Baitul Jafar. Turut serta pula LIMTI dan Program Studi Filsafat Metafisika dari UNPAB Medan.
Rombongan berjumlah sekitar 175 peserta utama dari berbagai latar sosial dan akademik. Terdiri atas ilmuwan LIMTI, dosen, mahasiswa, serta jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.
Peringatan Hari Guru ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga melestarikan warisan spiritual. Ini merupakan tradisi yang diwariskan langsung oleh murid-murid Sayyidi Syeikh Kadirun Yahya.
Momen ini sekaligus menghormati ahli silsilah sanad keguruan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah. Sekaligus memperkuat ukhuwah antarjamaah lintas daerah dan negara.
Syeikh Ahmad Baqi Arifin, Ketua Surau Baitul Jafar, memberikan pernyataan dalam ziarah ini. Ia mengatakan acara ini membuktikan cinta murid kepada gurunya dalam bentuk nyata.
Sebagai cucu Sayyidi Syeikh, beliau menjelaskan kakeknya adalah sufi besar Indonesia era modern. Beliau membawa tasawuf ke ranah ilmiah melalui fisika, kimia, dan matematika.
"Terobosan ilmiah ini menjadikan beliau pelopor ilmu metafisika eksakta tasawuf dunia. Pemikiran tersebut kini menjadi dasar banyak kajian dan penelitian akademis di berbagai negara," kata Ahmad Baqi.
Rektor UNPAB, Muhammad Isa Indrawan, turut menyampaikan rencana peringatan tahun depan. Ia menyebut tahun 2026 akan digelar Seminar Internasional untuk mengkaji pemikiran besar beliau.
Seminar tersebut akan diselenggarakan di Jakarta dan terbuka untuk kalangan akademik luas. Karya-karya Sayyidi Syeikh telah lama dikaji dalam jurnal, tesis, dan buku akademik.
"InsyaAllah, untuk tahun depan 2026, dalam rangkaian acara Hari Guru, akan dilaksanakan kegiatan Gebyar Hari Keputraan 2022. Berupa Seminar berskala Internasional yang akan diselenggarakan di Jakarta, untuk membedah kembali pemikiran-pemikiran besar Sayyidi Syeikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya," ujarnya.
Pemikiran beliau telah diseminarkan secara lokal, nasional, dan internasional sejak tahun 1980-an. Riset terhadap ajaran beliau juga dilakukan oleh peneliti dalam dan luar negeri hingga kini.
"Peringatan ini menegaskan komitmen melestarikan warisan spiritual dan intelektual beliau. Ajaran beliau tetap menjadi panduan dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah," katanya menutup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....