Hari Dermaga Nasional 17 Juni, Begini Sejarahnya
- 17 Jun 2025 09:32 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Indonesia memperingati Hari Dermaga Nasional setiap tahun pada tanggal 17 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya peran dermaga.
Tentunya dalam mendukung aktivitas perekonomian, transportasi laut dan sektor pariwisata. Berdasarkan laman Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, peringatan ini dirayakan sebagai pengingat bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang kehidupannya tak lepas dari peran dermaga.
Peringatan ini berkaitan erat dengan sejarah berdirinya Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, yang sekarang menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Pelabuhan ini adalah hasil pengembangan dari Pelabuhan Sunda Kelapa.
Pelabuhan tersebut pada masanya tidak lagi bisa menampung arus perdagangan yang kian meningkat. Proyek pengembangan Tanjung Priok dimulai pada Mei 1877 dan rampung pada tahun 1888.
Pembangunannya diprakarsai oleh Koninkliike Paketvaart Maatschappij (KPM), sebuah perusahaan pelayaran Belanda yang juga berperan besar dalam membangun infrastruktur maritim di wilayah Hindia Belanda.
Tujuan utama pembangunan pelabuhan ini yakni untuk menjadikan Tanjung Priok sebagai pusat distribusi yang mampu bersaing dengan Singapura, yang saat itu mendominasi jalur perdagangan di Asia Tenggara. Dengan posisi strategis dan fasilitas yang memadai, Tanjung Priok kemudian berkembang pesat sebagai gerbang utama ekspor-impor Indonesia.
Dermaga adalah fasilitas penting dalam transportasi laut maupun sungai. Fungsi Dermaga yakni sebagai tempat bersandarnya kapal untuk kegiatan bongkar muat barang maupun menaikkan dan menurunkan penumpang.
Dermaga juga merupakan simpul penghubung antarwilayah, utamanya di negara kepulauan seperti Indonesia. Keberadaan dermaga dapat memperlancar distribusi logistik, memperkuat konektivitas antar pulau, serta membuka akses wisata bahari.
Peran dermaga juga sangat penting untuk mendukung lalu lintas perekonomian, khususnya dalam aktivitas ekspor dan impor. Dengan begitu, keberadaannya merupakan tulang punggung bagi konektivitas antar pulau dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....