Drone Rajawali Cargo UAV 500 Siap Dukung Operasi TNI
- 15 Jun 2025 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pameran industri pertahanan berskala internasional Indo Defence 2025 telah berlangsung sejak 11 hingga 14 Juni 2025. Tercatat ada 1.180 perusahaan dari 55 negara ikut serta memamerkan alutsistanya.
Pada pameran tahun ini, terdapat salah paviliun PT Bhinneka Dwi Persada yang memamerkan produk terbarunya, yakni Drone Rajawali Cargo UAV 500. Pesawat nirawak ini mampu mengangkat beban 250 kilogram, bisa terbang naik ke atas secara vertikal take-off landing (VTOL) seperti helikopter, dan kemudian terbang secara horizontal.
Palma Henfibiant Putra selaku owner PT Bhinneka Dwi Persada mengatakan, Drone Cargo 500 UAV ini sangat efektif digunakan militer dalam mendukung tugas operasi militer perang, untuk mengangkut bahan logistik, mengevakuasi korban, maupun orang sakit dari satu titik ke titik yang lain.
"Dengan menggunakan bahan bakar solar tentu drone kami akan sangat mudah dioperasikan di berbagai daerah. Terutama sekali di wilayah konflik seperti Papua," ujarnya di sela-sela pameran, Sabtu (14/6/2025).
Palma menyebut penggunaan helikopter untuk mengangkut personel maupun logistik sangat riskan dan menjadi sasaran empuk bagi pihak lawan. Untuk itulah, Drone UAV jenis ini hadir memberikan solusi guna mencegah korban manusia dan menghemat biaya.
"Dengan ditempatkannya satu Drone Cargo 500 UAV di setiap pos keamanan di Papua, akan memberikan rasa aman bagi pasukan TNI yang bertugas di sana. Karena apabila ada personel yang terluka, atau sakit yang perlu evakuasi ke rumah sakit, maka Drone Cargo 500 UAV siap untuk mengevakuasi ke rumah sakit terdekat," ujarnya menjelaskan.
Selanjutnya dalam operasi militer selain perang (OMSP), drone bukan hanya digunakan untuk mengangkut logistik maupun evakuasi korban manusia. Namun, juga bisa digunakan di bidang pertanian untuk mengangkut pupuk, bibit tanaman, bahkan dapat mengangkut alat pertanian.
Atau, ketika melaksanakan pembangunan di daerah yang sulit dilalui kendaraan darat, maka drone dapat digunakan untuk mengangkut material. "Untuk itu, Indonesia sangat membutuhkan Drone Cargo 500 UAV ini dalam mendukung operasional di seluruh penjuru tanah air," ucap Palma.
M. Henry Sertianingtyas, yang juga CEO dari perusahaan tersebut, menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya memiliki 12 produk unggulan. Di antaranya, Mobile Command Control Vehicle (MCCV), Helicopter Underwater Escape Training, dan Wind Tunnel.
Selain itu juga, Cargo Drone, Hovercraft, dan Drone Banshee Target, yang merupakan drone sasaran tembak untuk latihan Arhanud.
"Untuk melatih kemahiran menembak sasaran udara, prajurit Arhanud harus menggunakan target yang bergerak yang dapat mendekati kecepatan pesawat tempur yang sesungguhnya, mengingat persenjataan Satuan Arhanud saat ini sudah menggunakan Missile. Dan, sejak tahun 1990-an Satuan Arhanud telah melatih kemampuan prajurit dalam menembak sasaran udara dengan menggunakan Drone Banshee Target ini, " kata Henry.
Masih Ada satu lagi produk unggulan yaitu produk Hovercraft 2000TD yang bisa berjalan 70 cm di atas permukaan air, dengan panjang 12,7 meter dan kecepatan jelajah 37 knot, yang bisa di gunakan di rawa-rawa maupun pasir. Sehingga, dalam operasi militer dapat digunakan untuk tugas patroli sungai, patroli pantai, bahkan dengan kemampuan berjalan di atas pasir dapat digunakan dalam operasi pendaratan pantai.
"Indonesia adalah negara kepulauan yang dominan dikelilingi laut dan sungai dan banyak terdapat rawa-rawa, seperti di kalimantan, dan berbagai medan yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan angkut air biasa. Tipe negara kepulauan seperti Indonesia akan sangat membutuhkan alat angkut air seperti hovercraft," ucap Henry mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....