KPAI Minta Demul Pantau Anak Lulusan Barak Militer
- 28 Mei 2025 05:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Momisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Demul) terus memantau perkembangan anak yang telah lulus pendidikan di barak militer. Demul, katanya, perlu menyiapkan keluarga agar siap melanjutkan pendampingan terhadap anak.
“Jangan sampai anak yang sudah mendapatkan pendidikan karakter dan disiplin kembali lagi ke awal karena ketidaksiapan keluarga melanjutkan. Di setiap kabupaten/kota sudah ada Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang dapat dimanfaatkan menyiapkan keluarga anak-anak tersebut,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).
Puspaga sendiri memiliki tugas utama untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi. Tujuan utama Puspaga adalah untuk menunjang tumbuh-kembang anak secara optimal, dan memberikan layanan satu pintu keluarga holistik integratif berbasis hak anak.
“Selain itu lingkungahn sekolah juga perlu disiapkan. Kami menemukan adanya video anak-anak tersebut seperti dibully oleh teman-temannya,” kata Jasra.
Ada anak yang telah kembali ke sekolah, lanjut dia, dijadikan bahan olok-olok untuk mempraktikkan apa yang mereka dapatkan di barak militer. Seperti, diminta mempraktekan posisi siap dengan nada candaan.
“Oleh karena itu, kami mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara program mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer. Penghentian sementara program tersebut dilakukan untuk evaluasi dari program yang sudah berjalan,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 273 pelajar dipulangkan usai menjalani 18 hari program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut program ini, selain membangun karakter bagi pelajar yang bermasalah, juga sebagai program untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....