Alasan Sekolah Militer bagi Siswa 'Nakal' Harus Dilakukan
- 08 Mei 2025 20:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah Jawa Barat mengungkapkan alasan mengapa pendidikan karakter Gapura Panca Waluya perlu dilakukan. Pertama, pemerintah Jawa Barat menilai sekarang ini nilai-nilai moral dan religi yang membentuk karakter siswa semakin tergerus.
Kedua, adanya tren kekerasan terhadap anak-anak di bawah umur yang cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, dr Siska Gerfianti.
Siska menyebut bahwa kasus kekerasan seksual juga banyak dialami para remaja. “Banyaknya kasus kekerasan seksual dengan anak laki-laki mendominasi sebagai pelaku dibandingkan anak perempuan,” kata Siska dalam acara Media Talk di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Pihaknya menyampaikan jumlah kenakalan remaja 2020 sekitar 12.345 kasus, 2021 sebanyak 11.567 kasus, dan 2022 sebesar 10.890 kasus. Data itu bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Open Data Jawa Barat yang disampaikan oleh Disdik Provinsi.
Siska pun merinci jenis kenakalan remaja yang kerap terjadi antar siswa. Yakni tawuran antar sekolah (35%), penyalahgunaan narkoba (25%), pergaulan bebas (20%) dan tindak kriminal (20%).
“Memang ada penurunan jumlah kasus antara 2020 sampai dengan 2022 sebesar 12.05 persen, namun penurunan ini masih belum cukup signifikan. Nah kenakalan remaja di Jawa Barat ini merupakan masalah sosial yang kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak,” ujarnya.
Siska mengatakan, kenakalan remaja yang tidak ditangani secara serius akan berdampak pada generasi muda di masa mendatang dan stabilitas sosial. Dia juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif termasuk penerapan kebijakan yang lebih efektif.
Maka itu, diperlukan langkah taktis yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik untuk melatih nilai integritas dan ketarunaan. Dengan demikian pelatihan barak seperti Gapura Panca Waluya ini bermaksud membuka semangat ketarunaan dan menanamkan nilai-nilai bela negara.
“Tujuannya untuk membangun fondasi yang kuat dengan proses terinternalisasi rata nilai melalui pendidikan, pembiasaan kedisiplinan, tanggung jawab, serta bela negara. Tujuan lebih spesifik yaitu mewujudkan panca waluya jabar istimewa yaitu cager, bager, bener, pinter, dan singer,” ucap Siska.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....