Energi Hijau Dipersiapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen
- 27 Apr 2025 07:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: PLN Indonesia Power (PLN IP) menghadirkan Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) di Senayan, Jakarta. SPBH menjadi infrastruktur penunjang kendaraan ramah lingkungan berbasis hidrogen pertama di Indonesia.
Direktur Utama PLN IP Edwin Nugraha Putra mengatakan keberadaan SPBH menjadi komitmen nyata dalam mendukung transisi energi pada sektor transportasi. Hidrogen hijau akan menjadi energi masa depan di Tanah Air.
Pihaknya mengambil langkah cepat dalam pengembangan hidrogen hijau dengan menyediakan infrastruktur mulai dari hulu hingga hilir. Infrastruktur hilir seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen.
"PLN Indonesia Power telah mengembangkan green hydrogen atau hidrogen hijau, mulai dari hulu melalui Green Hydrogen Plant (GHP). Hingga di sisi hilir yaitu Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH)," kata Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Minggu (27/4/2025).
Menurut Edwin, SPBH Senayan menjadi bagian dari peta jalan nasional pengembangan energi hidrogen. Edwin berharap SPBH Senayan menjadi model awal bagi pengembangan infrastruktur serupa di kota-kota lain.
"Dalam beberapa tahun ke depan, keberadaan SPBH di berbagai titik akan menjadi kunci penting dalam mewujudkan transportasi berbasis hidrogen. Sintesa antara pemerintah, BUMN dan swasta dapat mewujudkan inovasi hijau berdampak luas, mempercepat pencapaian target net zero emission Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, General Manager Unit Bisnis Pembangkitan Priok Buyung Arianto mengatakan kapasitas SPBH di Senayan akan terus ditambah. Selain itu, durasi pengisian akan semakin dipercepat sehingga pelayanan maksimal.
"Saat ini SPBH Senayan memiliki Hydrogen Refueller dengan spesifikasi Charging Pressure (CP) 350 bar dengan kecepatan pengisian kurang dari 5 menit. Kedepan kita akan menambahkan spesifikasinya hingga 700 bar dengan Kecepatan pengisian kurang dari 3 menit," kata Buyung Arianto.
Pembangunan SPBH di Senayan merupakan bagian dari strategi PT PLN dan subholdingnya untuk mencapai target net zero emission. Selanjutnya mendukung transisi energi pada sektor transportasi di Indonesia.
Sejak tahun 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) atau tempat produksi hidrogen di 22 lokasi. Dari jumlah lokasi tersebut, 13 diantaranya milik PLN IP.
Adapun lokasi 13 pembangkit GHP milik PLN IP yaitu PLTU Pangkalan Susu, PLTU Suralaya 1-7, PLTU Suralaya 8. Selanjutnya PLTGU Cilegon, PLTU Labuan, PLTU Lontar, PLTGU Tanjung Priok, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTGU Tambak Lorok.
PLTG Pemaron, PLTGU Grati, PLTU Adipala dan PLTP Kamojang. Dengan 13 unit GHP ini, PLN Indonesia Power mampu memproduksi 80 ton per tahun, berkontribusi 40% dari total GHP PLN.
Hasil produksi green hydrogen tersebut sebanyak 32 ton per tahun digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit (cooling generator). Selanjutnya 48 ton lainnya dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.
"Sebagai upaya konkret pada kesiapan sisi hulu pasokan hidrogen, sejak 2023 PLN telah mengoperasikan GHP di 22 lokasi. 13 diantaranya milik PLN Indonesia Power," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....