Energi Hijau Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

  • 15 Apr 2025 12:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta : Pemerintah menegaskan komitmen kuat terhadap transisi energi hijau melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Energi baru terbarukan, termasuk hidrogen, akan menjadi tulang punggung pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia akan selalu menjalankan komitmen Paris Agreement. Energi hijau dan hidrogen adalah bagian dari visi besar Presiden," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, dalam pembukaan acara opening Global Hydrogen Ecosystem Summit 2025, dikutip selasa (15/4/2025).

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki tiga bahan utama hidrogen, yakni batu bara, gas, dan air yang melimpah. Ketiganya merupakan modal besar dalam mewujudkan industri energi hijau nasional.

Ia menambahkan, cadangan batu bara Indonesia terbesar keenam di dunia dan produksi gas terus meningkat signifikan. Kondisi Indonesia sendiri yang merupakan negara kepulauan, mendukung proses produksi hidrogen berkelanjutan karena sumber air yang melimpah.

"Hidrogen dinilai mampu menciptakan lapangan kerja hingga 300 ribu dan devisa 70 miliar dolar," ujar Bahlil. Potensi ini membuat Indonesia menjadi pemain penting di pasar energi global.

Bahlil menegaskan, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk stasiun pengisian energi hijau oleh PLN. Strategi ini membuktikan kesiapan Indonesia dalam transisi menggunakan energi bersih di masa depan.

Bahlil menjelaskan, selain hidrogen, Indonesia memiliki energi surya, angin, dan air yang mencapai 3.600 gigawatt. "Potensi ini harus dimanfaatkan optimal dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah mengajak kolaborasi global dalam riset, investasi, dan transfer teknologi energi hijau. Tujuannya untuk menjaga bumi, menciptakan pertumbuhan, dan menjamin kedaulatan energi nasional. (Rafi Ghifari)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....