Tren 'Kabur Aja Dulu', antara 'Self-Discovery' atau Pelarian

  • 11 Mar 2025 16:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Fenomena "kabur aja dulu" tengah menjadi tren di kalangan anak muda yang ingin mencari pengalaman baru. Clinical Psychologist, Annisa Axelta, menjelaskan keputusan ini bisa menjadi ajang self-discovery, tetapi berisiko jika hanya sebagai pelarian.

Annisa mengatakan, banyak yang menganggap bepergian ke luar negeri sebagai kesempatan mengenal diri lebih dalam. “Beberapa orang memilih kabur karena tekanan hidup di Tanah Air, menjadikan bepergian sebagai solusi menghindari masalah," kata Annisa dalam Webinar ‘#kaburajadulu: healing vs struggling’ di Zoom meeting, Selasa (11/3/2025).

Beberapa anak muda mengaku merasa lebih bebas saat tinggal di luar negeri. Mereka bisa menemukan komunitas baru dan menjauh dari tekanan keluarga maupun sosial yang membebani.

Beberapa anak muda merasa lebih bebas di luar negeri, tetapi ada juga yang mengalami culture shock dan kesulitan beradaptasi. "Akibatnya, mereka justru merasa lebih terisolasi dan kesepian dibanding saat masih di Tanah Air,” ucap Annisa.

Clinical Psychologist, Annisa Axelta saat menjelaskan tentang tren "Kabur Aja Dulu" di kalangan anak muda dalam acara Webinar ‘#kaburajadulu: healing vs struggling’ di Zoom meeting, Selasa (11/3/2025) (Foto: Tangkapan Layar Zoom meeting)

Ia menegaskan, self-discovery itu penting, tetapi jangan sampai seseorang kehilangan pijakan dalam hidup. Sebelum pergi, seseorang perlu memastikan kesiapan mental dan rencana jangka panjang agar tidak terjebak dalam siklus yang sama.

Menurutnya, penting untuk membedakan antara keinginan mencari pengalaman dan kebutuhan untuk melarikan diri. Jika seseorang pergi tanpa tujuan jelas, masalah yang ditinggalkan bisa tetap menghantui di mana pun mereka berada.

Fenomena ini membuktikan bahwa 'kabur' bukan hanya soal tempat, tetapi juga cara seseorang menghadapi tantangan hidup. Pada akhirnya, apakah pergi akan membawa perubahan positif atau hanya menjadi pelarian, tergantung pada kesiapan individu tersebut. (Pitri Noviyanti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....