Pascabanjir, Waspadai Penyakit Leptospirosis, Diare dan ISPA

  • 07 Mar 2025 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan masyarakat akan ancaman penyakit pascabanjir. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit di lingkungan terdampak.

Ia menjelaskan kondisi air dan lingkungan yang kotor dapat meningkatkan risiko infeksi pada masyarakat terdampak. "Setelah banjir, penyakit yang berpotensi muncul terbagi menjadi dua, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular," ujarnya saat wawancara bersama RRI, Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, penyakit menular yang paling umum terjadi setelah banjir adalah diare akibat konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi. Selain itu, leptospirosis juga menjadi ancaman serius karena penyebarannya melalui air kencing tikus yang bercampur dengan banjir.

"Leptospirosis dapat menyebabkan gangguan ginjal dan hati jika tidak ditangani dengan cepat," ucapnya. Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari bermain air banjir serta menggunakan sepatu bot jika harus melintasi genangan.

Ia menambahkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga meningkat akibat kondisi pengungsian yang padat dan kurangnya ventilasi udara. "Kerumunan sulit dihindari, sehingga menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi sangatlah penting," katanya.

Lebih lanjut, kata dia, masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes juga harus tetap mengonsumsi obat secara teratur. Tjandra mengingatkan agar para penyintas banjir tidak mengabaikan kesehatan meskipun sibuk memulihkan kondisi rumah.

Untuk mencegah penyakit, ia menyarankan masyarakat selalu mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi. Ia juga mengapresiasi tenaga medis yang telah turun langsung membantu korban banjir di berbagai daerah. (Davina Keisha Salsabila)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....