Benarkah Paus Fransiskus Meninggal? Ini Fakta-fakta Jawaban Vatikan

  • 24 Feb 2025 13:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Muncul kabar mengenai meninggalnya Paus Fransiskus yang menimbulkan berbagai spekulasi. Vatikan pun memberikan klarifikasi dengan menyampaikan fakta-fakta terkait isu tersebut.

Fakta-fakta Jawaban Vatikan Terkait Kondisi Paus Fransiskus

1. Kondisi Kritis

Paus Fransiskus mengalami kondisi kritis selama dua hari berturut-turut akibat pneumonia ganda. Pemeriksaan menunjukkan adanya sedikit gangguan pada fungsi ginjalnya.

2. Paus Fransiskus Jalani Transfusi Darah dan Alami Krisis Pernapasan

Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus membutuhkan transfusi dua unit darah pada Sabtu, 22 Februari 2025. Ia juga mengalami krisis pernapasan yang menyerupai asma berkepanjangan.

3. Krisis Pernapasan Membaik

"Kondisi Bapa Suci tetap kritis. Namun, sejak tadi malam beliau tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut," kata Vatikan, dikutip Senin (24/2/2025).

4. Insufisiensi Ginjal Ringan

Tes darah mengungkap adanya insufisiensi ginjal ringan yang masih terkendali. Saat ini, Paus menerima terapi oksigen aliran tinggi melalui tabung di bawah hidungnya.

5. Kondisi Paus Fransiskus Masih Kompleks, Prognosis Tetap Dijaga

"Kompleksitas gambaran klinis, dan penantian yang diperlukan untuk terapi farmakologis untuk menunjukkan beberapa efek. Mengharuskan prognosis tetap dijaga," jelas Vatikan.

6. Pneumonia Ganda

Pneumonia ganda yang dideritanya disebabkan oleh lebih dari satu jenis mikroorganisme. Infeksi ini dapat menyebabkan radang serta jaringan parut pada kedua paru-paru, membuatnya sulit bernapas.

7. Riwayat Sakit Paru-Paru

Sejak muda, Paus memiliki riwayat masalah paru-paru karena pernah mengalami radang selaput dada. Sebagian paru-parunya juga telah diangkat, membuatnya lebih rentan terhadap infeksi.

8. Membutuhkan Transfusi Darah

Paus membutuhkan transfusi darah setelah tes menunjukkan jumlah trombositnya rendah, yang berkaitan dengan anemia. Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah untuk mencegah pendarahan.

(Widya Sandrila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....