Konferensi Agrinnovation Dorong Inovasi Pertanian Menuju Indonesia Emas
- 23 Feb 2025 17:40 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Edufarmers Internationaldan Pemuda Tani Indonesia menyelenggarakan "Agrinnovation Conference 2025" di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu (22/2/2025). Konferensi ini membahas tema "Teknologi dan Tren Terkini dalam Pertanian" dengan tujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta, mereka adalah tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor, termasuk pelopor digital, pengambil keputusan, pimpinan industri, serta petani dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai tokoh penting turut hadir sebagai pembicara dalam konferensi ini, di antaranya para pakar serta pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan teknologi, Kepala Badan Pangan dan Gizi Nasional, serta Ketua Dewan Persusuan Nasional.
Selain itu dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, juga Wakil Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Umum Pemuda Tani Budisatrio Djiwandono.
Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk menginspirasi dan membangun jaringan di antara para pemangku kepentingan di sektor pertanian Indonesia. Selain itu, konferensi ini juga berupaya untuk merangkul generasi muda dan perempuan, serta mendorong pemberdayaan ekosistem pertanian.
Tak hanya itu, inovasi dan pengembangan teknologi melalui transformasi digital juga menjadi fokus utama dalam konferensi ini. Konferensi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga menjadi ajang bagi para pelaku industri pertanian untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi demi mewujudkan keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.
Untuk memperkaya wawasan peserta mengenai pertanian, konferensi ini mengundang 35 pakar yang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam berbagai sesi diskusi. Konferensi ini menawarkan berbagai kegiatan menarik, seperti diskusi panel, gelar wicara dan diskusi interaktif. Tak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan untuk melihat berbagai pameran yang menampilkan produk dan inovasi dari berbagai sektor pertanian.

Ketua Umum Pemuda Tani, Budi Djiwandono dalam menyampaikan sambutannya kepada para peserta kongres.
Konferensi ini menyajikan beragam sesi diskusi yang menarik, di antaranya adalah sesi yang membahas "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8% melalui Program Makan Bergizi Gratis". Dua tokoh penting yang hadir sebagai pembicara dalam sesi ini adalah Arief Prasetyo Adi selaku Kepala Badan Pangan Nasional dan Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional.
Sesi lain yang tak kalah menarik adalah sesi dengan tajuk "Dari Rumput ke Gelas: Mampukah Indonesia Mempercepat Peningkatan Produksi Susu Domestik?". Dalam sesi ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dan Tim Ahli Kementerian Pertanian dan Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Epi Taufik, hadir sebagai pembicara.
Mereka membahas berbagai strategi untuk meningkatkan produksi susu domestik, sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak lokal dan menciptakan ekosistem industri susu yang berkelanjutan.
Konferensi Agrinovasi 2025 tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret berupa dua nota kesepakatan strategis yang diteken oleh Bank Republik Indonesia (BRI), Edufarmers dan Pemuda Tani Indonesia.
Kerja sama ini bertujuan untuk memberdayakan petani Indonesia agar lebih berdaya saing dan mencapai kesejahteraan. Mewakili mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, mengungkapkan pertanian Indonesia membutuhkan kemajuan yang cepat hanya bisa diawali dengan inovasi yang disebarkan sangat luas.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Tani, Budisatrio Djiwandono menjelaskan salah satu komponen penting untuk menyukseskan dunia pertanian adalah masalah modal. Petani dibimbing bukan saja mendapatkan modal yang baik namun mendapatkan juga edukasi bagaimana cara mengolah moda yang ada agar dapat menjalankan sebuah usaha pertanian berkelanjutan dan usah pertanian yang menguntungkan bagi petani. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....