IPHI Sebut Biaya Haji Masih Bisa Ditekan

  • 08 Jan 2025 12:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN,Jakarta: Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) menilai biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) masih bisa ditekan sehingga lebih murah lagi. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IPHI, Abidinsyah Siregar, pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Rabu (8/1/2025).

Sebelumnya, pemerintah dan DPR menyepakati Bipih yang dibayar calon jemaah pada 2025 sebesar Rp55,43 juta. Ini berarti penurunan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp56,05 juta.

Namun, Abidinsyah menyatakan bisa lebih murah lagi jika komponen penerbangan dan masa tinggal jemaah di Arab Saudi dikurangi. Menurut dia, saat ini komponen pernerbangan menyumbang 65 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

"Jemaah masih harus membayar empat tiket pesawat," ucapnya menegaskan. Yakni ketika berangkat ke Tanah Suci dan saat pesawat kembali dari Arab Saudi setelah mengantar jemaah.

Kemudian saat pesawat datang menjemput jemaah dari Tanah Suci lalu pulang ke Tanah Air. "Padahal pesawat dari Arab Saudi setelah mengantar jemaah dan dari Indonesia untuk menjemput jemaah dalam keadaan kosong," ujarnya.

Menurut Abidinsyah, jika pemerintah bisa menekan biaya pesawat kosong tersebut hingga 15-20 persen, itu sangat membantu calon jemaah. "Sehingga Bipih yang harus ditanggung jemaah akan lebih murah," ucapnya.

Komponen biaya lainnya adalah waktu tinggal jamaah di Arab Saudi yang saat ini mencapai 36-40 hari. "Padahal waktu efektif rangkaian proses ibadah haji hanya 15 hari," ujarnya.

Masalahnya, lanjut Abidinsyah, upaya mengurangi waktu tinggal jemaah di Saudi itu terkendala durasi penerbangan. "Karena itu, kami mengusulkan untuk menambah frekuensi penerbangan haji untuk mempersingkat waktu tinggal di Tanah Suci," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR, Abdul Fikri Faqih, menyatakan masalah penerbangan memang menjadi fokus pembahasan antara pemerintah dan DPR. Namun, hal itu memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan seperti maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan penyedia bahan bakar pesawat.

Meski begitu, Fikri berjanji akan terus berupaya menginventarisasi komponen-komponen biaya haji yang bisa dikurangi. "Kami juga mendorong opsi pembangunan perkampungan haji Indonesia di Saudi untuk menekan biaya akomodasi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....