BNPT Blokir 180 Ribu Konten Terorisme pada 2024

  • 23 Des 2024 19:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

BNPT, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan dua tahun terakhir ini tidak ada serangan terorisme di Indonesia. Kondisi zero terorism attack ini membuat peringkat Global Terorism Index Indonesia naik dari posisi 24 menjadi 31.

Kondisi ini membuat Indonesia masuk dalam kategori low impact, dari sebelumnya medium impact. Tapi kondisi ini tak boleh membuat lengah, karena propaganda kelompok radikal lewat media sosial sangat massif.

“Sepanjang 2024, BNPT bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhasil memblokir sebanyak 180.954 konten berbahaya. Karena isinya menyebarkan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di ruang siber,"kata Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono, pada pernyataan pers akhir tahun BNPT, di Jakarta Senin (23/12/2024).

“Sebagian besar konten tersebut merupakan propaganda dari jaringan teroris. Seperti ISIS, HTI, dan JAD yang secara aktif menyebarkan ideologi kekerasan melalui platform digital,” sambungnya lagi.

Menurut Eddy, pencegahan adalah kunci utama dalam menangani ancaman terorisme. Dan langkah pencegahan ini jadi yang utama bersama kementerian lembaga sehingga Indonesia ini bebas dari ancaman terorisme.

Selain memblokir akun medsos penyebar paham radikal dan terorisme, BNPT juga melakukan kontra narasi yang disebarkan lewat medsos. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya preventif BNPT dalam mencegah penyebaran paham terorisme di dunia maya.

“ Dari temuan Indonesia Knowledge Hub (I-KHub) BNPT Outlook, kelompok teroris sering memanfaatkan ruang digital untuk melancarkan aksinya. Mulai dari merekrut anggota, menyebarkan doktrin ekstremisme, hingga merencanakan aksi kekerasan,” ujar Eddy Hartono.

BNPT, imbuhnya, juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme. Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kerukunan antarumat beragama sekaligus memutus rantai radikalisme di Indonesia.

“Langkah tersebut juga merupakan bagian dari perwujudan Asta Cita Presiden RI yang menitikberatkan penguatan Ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM. Serta menciptakan kehidupan harmonis dalam konteks budaya, lingkungan, dan toleransi beragama,” ucap Eddy Hartono.

BNPT, lanjutnya, berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan melindungi masyarakat dari pengaruh buruk ideologi kekerasan yang mengancam stabilitas negara. Dengan solidnya antar sektor terkait, Eddy optimis Indonesia dapat terus mempersempit ruang gerak kelompok teroris, baik di dunia nyata maupun maya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....