Indonesia Kini Miliki Museum Pemerintah Darurat Indonesia

  • 20 Des 2024 10:49 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Lima Puluh Kota: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Kamis (19/12), meresmikan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berlokasi di Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Peresmian museum yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara ini dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Gubernur Sumatera Barat, perwakilan kementerian dan lembaga, perwakilan keluarga Syafruddin Prawiranegara, para pemangku adat, serta masyarakat umum.

Gagasan awal Museum PDRI dimulai sekitar awal tahun 2012. Pembangunan Museum PDRI dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2013 hingga 2016. Museum PDRI diresmikan bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Bela Negara tanggal 19 Desember 2024.

Dalam sambutan peresmiannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan sejarah dan peran penting pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.

"Karena bertepatan dengan peringatan hari bela negara, kita jadikan sebagai momen pengingat perjuangan PDRI. Kementerian Kebudayaan akan menghidupkan kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman untuk membentuk identitas kita. Ini menjadi bagian penting di era globalisasi, ditengah gempuran arus informasi dari luar," ungkap Menteri Fadli melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (20/12/2024).

Menteri Kebudayaan juga mengapresiasi dedikasi masyarakat Koto Tinggi dalam menyediakan lahan untuk pembangunan museum. Menurutnya, museum ini dapat menjadi pusat budaya, sehingga kedepannya tingkat ekonomi disini dapat tumbuh. Selain sarana untuk belajar sejarah, Museum PDRI dapat digunakan untuk berbagai kegiatan budaya. Untuk itu Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mendukung kegiatankegiatan tersebut.

"Saya sangat yakin Museum PDRI ini akan menjadi salah satu ikon museum sejarah di Indonesia, karena hadir dari semangat yang kuat dalam bela negara. Mudah-mudahan ke depan akan makin banyak penulisan sejarah, hingga kita bisa mendapatkan sejarah yang utuh bahwa perlawanan terhadap penjajah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah-daerah di Indonesia,” jelas Menteri Kebudayaan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan jika Museum PDRI memiliki arti penting bukan hanya sebagai pengingat sejarah namun juga sumber edukasi sebagai sarana pembelajaran sejarah, meningkatkan rasa nasionalisme, dan pengembangan kawasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami harap museum ini tidak menjadi tempat menyimpan benda sejarah, namun menjadi sumber inspirasi bagi para generasi muda kedepannya," ungkap Gubernur Mahyeldi.

Sumber: Kemenkebud RI

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....