Status Gunung Anak Ranakah Naik Jadi Waspada

  • 04 Des 2024 07:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Aktivitas Gunung Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan. Badan Geologi Kementerian ESDM menaikan status gunung menjadi Waspada atau Level Dua.

"Kami informasikan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Anak Ranakah, ini mempertimbangkan potensi ancaman bahaya. Status dari Level 1 Normal menjadi Level II atau Waspada terhitung 3 Desember pukul 08.00WITA," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hadi Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima oleh rri.co.id, Selasa (3/12/2024) malam.

Kegempaan yang terekam pada periode ini adalah 18 kali gempa lowfrequency, satu kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam. Terekam gempa yang berkaitan dengan aktivitas tektonik, yakni 57 kali gempa tektonik lokal dan 132 kali gempa tektonik jauh.

Hadi menerangkan kegempaan masih didominasi oleh rekaman yang berkaitan dengan aktivitas tektonik, baik itu berupa gempa tektonik lokal maupun tektonik jauh. Selain itu rekaman menunjukkan peningkatan gempa tektonik dan low-frequency secara signifikan.

"Gempa low-frequency/LF menunjukkan peningkatan signifikan bila dibandingkan bulan Oktober 2024. Kemunculan Gempa LF mengindikasikan adanya resonansi aliran fluida yang mengisi rongga, pipa atau rekahan di bawah gunung," katanya.

Aliran fluida itu seperti magma atau gas atau uap air. Sedangkan kemunculan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik 'dalam' mengindikasikan adanya proses peretakan batuan.

Peretakan batuan akibat dari adanya suplai magmatik dangkal dan dalam yang mengubah tekanan pada tubuh Gunung Anak Ranakah. Pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendakati kawah pada radius yang telah ditentukan petugas.

"Imbauan masyarakat di sekitar Gunung Anak Ranakah maupun pengunjung wisatawan dan pendaki. Agar tidak mendekati, memasuki dan beraktivitas di dalam radius 1 kilo meter dari kawah aktif," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....