Mantan Pemain 'Curhat' Bahaya Algoritma Judi Online

  • 02 Okt 2024 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sejumlah mantan pemain judi online 'curhat' tentang algoritma yang ada di gim tersebut. Bahkan, kebanyakan dari mereka mengaku dirugikan dengan bermain judi online.

"Kejadian Desember 2023, modal pertama 1,5 juta karena masih penasaran dan ingin dapet berkali-kali lipat, akhirnya lanjut main hingga 3 kali transfer yang mendapatkan hasil 9 juta. Semula modalnya 5 juta,” kata Ana, seorang mantan pemain judi online dalam acara Sharing Session bertajuk “Lari Dari Judol”, dikutip Rabu (2/10/2024).

Kerap menang, membuat Ana menjadi ketagihan. Namun, saat kembali bermain, malah mendapatkan kekalahan yang berujung kerugian finansial.

“Saya kemudian menghubungi adminnya dan disuruh untuk top-up lagi karena yang kemarin sudah larut malam sehingga saldonya mengendap. Sejak saat itu saya merasa dirugikan dan menyesal telah melakukan transaksi,” katanya, menceritakan.

Ana pun mengajak masyarakat agar tidak tergoda bermain judi online. Kemenangan pada awal bermain merupakan sesuatu yang settingan sehingga tidak akan bertahan lama.

“Untuk masyarakat Indonesia, jangan asal klik link di media sosial. Sesuatu yang instan itu tidak ada,” ucapnya.

Luna mantan pemain judi online lainnya, mengatakan, memiliki trik yang merupakan bagian dari algoritma. “Aku tahu setelah ikut main, tapi lebih baik tidak pernah mencoba dan tidak pernah masuk ke dalam lingkaran judol,” kata Luna.

Ia mengatakan, pernah mendapat kemenangan di awal, kemudian diberi kekalahan selanjutnya. Sebab itu Luna tidak melanjutkan bermain judi online.
“Salah satu cara untuk berhenti main judol adalah dengan melihat lingkungan sekitar. Ada teman yang menang 100 juta tapi total ruginya sudah 1 milyar,” ujarnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) terus melakukan sosialisasikan anti judi online (judol). Tujuannya untuk menyebarkan awareness kepada masyarakat terkait bahaya judi online, termasuk memberikan pemahaman mengenai algoritmanya.

Salah satunya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Jakarta, pada Minggu (29/9/2024).Berdasarkan data dari Kemenkominfo, sejak tahun 2017 hingga 31 Agustus 2024, sebanyak 4.011.044 konten terkait perjudian di internet telah diblokir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....