Demo Tutup Freeport Tidak Memenuhi Syarat, Polres Nabire Siagakan Ratusan Personel
- 06 Apr 2025 19:28 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Jelang aksi unjuk rasa yang direncanakan digelar Senin (7/4/2025), Polres Nabire menggelar apel siaga. Apel pengecekan kesiapan personel itu dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu, Minggu sore.
Apel berlangsung di halaman Mapolres Nabire dan diikuti personel gabungan dari Polres serta Brimob Batalyon C. Hadir pula para pejabat utama Polres yang ikut dalam pemantapan strategi pengamanan aksi masyarakat besok.
Kapolres mengatakan, surat pemberitahuan aksi baru diterima pihaknya siang tadi, sekitar pukul 10.00 WIT. Padahal, sesuai aturan, pemberitahuan harus disampaikan paling lambat tiga hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
“Surat masuk sangat terlambat, bahkan belum ada nama penanggung jawab dan jumlah massa yang akan turun,” ujarnya. Karena itu, menurutnya, aksi tersebut belum memenuhi syarat administrasi dan belum bisa diberikan izin resmi.
Kapolres menyebutkan, sebanyak 484 personel disiapkan untuk pengamanan, termasuk 60 personel cadangan. Ia mengapresiasi 255 personel yang sudah hadir dalam apel sore dan menyatakan mereka dalam kondisi siap siaga.
Dalam apel, Kapolres juga membahas teknis penempatan personel di enam titik lokasi strategis di wilayah kota. Setiap titik akan dikendalikan oleh perwira pengendali (Padal) dan didukung unsur TNI dari Kodim setempat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan pribadi, seperti rompi level 3 dan helm bagi seluruh personel. “Belajar dari pengalaman, kita tidak ingin ada anggota yang turun tanpa perlindungan maksimal,” tegasnya.
Besok pagi, seluruh personel diwajibkan apel pukul 05.30 WIT sebelum diberangkatkan ke titik-titik pengamanan. Penggeseran pasukan dilakukan menggunakan truk Polres sesuai lokasi ploting yang telah ditentukan sebelumnya.
Ia menegaskan seluruh tindakan di lapangan harus mengikuti SOP dan dilakukan lewat komando yang berjenjang. Jika ada eskalasi, personel wajib melapor ke Padal, lalu ke Kabag Ops, Kapolres hingga Kapolda jika diperlukan.
Kapolres juga meminta agar aksi massa tidak dilakukan dengan long march karena berisiko ganggu ketertiban umum. Sebagai alternatif, polisi menyiapkan kendaraan agar peserta aksi bisa diantar langsung ke titik penyampaian aspirasi.
“Long march bisa picu kemacetan dan benturan. Lebih baik diangkut pakai kendaraan, lebih tertib dan aman,” ujarnya. Pengeras suara akan disiapkan di tiap titik agar petugas bisa memberikan imbauan kepada massa secara persuasif.
Usai apel, Polres Nabire melanjutkan dengan show force, patroli keliling kota bersama personel Brimob bersenjata. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat jelang aksi unjuk rasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....