Investor Jajaki Kerjasama dengan Perumdam Batulanteh

  • 01 Okt 2024 19:24 WIB
  •  Mataram

KBRN, Sumbawa : Guna menjajaki kemungkinan kerjasama di bidang air bersih, salah satu BUMN, PT Jasa Tirta Satu turun ke Sumbawa, Senin (30/9/2024). Hal ini dilakukan, guna melakukan mitigasi terkait rencana sumber air dari Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh Kabupaten Sumbawa, untuk dikelola.

Direktur Perumdam Batulanteh, H. Abdul Hakim, S.E, Senin (1/10/2024), membenarkan bahwa tim teknis perusahaan yang berpusat di Malang Jawa Timur itu telah turun ke Sumbawa. Sebelum melakukan survei, tim yang dipimpin Divisi Inovasi dan Portofolio, Panduan beserta Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M

Si terlebih dulu melakukan rapat koordinasi dengan Direktur Perumdam Batulanteh. Terkait dengan kegiatan mitigasi yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa.

Abdul Hakim menjelaskan, kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan. Sebab sebelumnya Perumdam Batulanteh telah berkunjung ke Malang sekitar November 2023 lalu.

Menurutnya, kedatangan tim dari PT Jasa Tirta Satu ini dinilai sangat penting. Rencananya, mitigasi akan mulai dilakukan, Selasa 1 Oktober 2024. Dimana tim dari perusahaan tersebut akan turun lapangan, guna melihat secara langsung tentang potensi sumber mata air baku di Sumbawa. Juga untuk mengetahui berapa jumlah debet air yang dihasilkan, infrastruktur sarana prasarana dan fasilitas yang tersedia. Sehingga diharapkan rencana investasi sektor air minum kedepan memiliki gambaran yang jelas.

Abdul Hakim mengungkapkan, adapun lokasi yang akan dilihat oleh tim PT Jasa Tirta Satu ini adalah sumber mata air di Semongkat Barat, sumber mata air di Bendungan Beringin Sila Utan, maupun Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki Perumdam Batulanteh Sumbawa. Sehingga nanti akan diketahui dengan jelas terkait dengan infrastruktur sarana prasarana dan fasilitas yang ada.

Survei ini juga dilakukan untuk menentukan apakah kedepan perlu dilakukan pembenahan atau ada program strategis yang bisa dikembangkan. Dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maupun investasi jangka menengah dan jangka panjang. Apalagi jika nanti sumber mata air baku Ai-Ngelar sudah bisa berfungsi dan dimanfaatkan.

"Rencananya tim ini akan melakukan survei selama satu hingga dua hari," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....