Daging Kurban UMM Dibungkus Daun Singkong dan Talas

  • 16 Jun 2024 20:56 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Perayaan Iduladha dan kurban Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pafa 17 Juni besok tak hanya soal berbagi hewan kurban, namun juga mengimplementasikan kampanye Green Qurban. Alih-alih menggunakan plastik, tim kurban UMM menggunakan besek, daun talas, dan daun singkong sebagai bungkus dari daging kurban yang sudah disembelih.

Ketua Panitia Kurban UMM, Abdus Salam, S.Sos., M.Si. mengatakan, upaya ini menjadi bentuk komitmen UMM untuk menjaga kelestarian lingkungan. Begitupun juga sebagai dakwah agar diikuti oleh banyak orang.

“UMM sudah melakukan ini sejak beberapa tahun belakangan dan alhamdulillah disambut baik. Ini menjadi tradisi yang harus terus dijalankan,” katanya, Minggu (16/6/2024).

Menurut Salam, green qurban ini juga sejalan dengan berbagai istilah di Muhammadiyah seperti kader hijau Muhammadiyah dan juga ayat-ayat hijau.

“Keduanya menjadi cara Muhammadiyah untuk turut menjaga bumi. Selain itu, kurban dengan cara ini juga sesuai dengan SDG’s yang UMM sedang galakkan belakangan,” tuturnya.

Ke depan, Salam berharap green qurban di UMM dapat menginspirasi masyarakat untuk turut mengubah kebiasaan penggunaan plastik dalam proses distribusi daging kurban.

“Ini juga bisa dijadikan dasar untuk pemerintah dalam menyediakan perda atau imbauan pelaksanaan green kurban, sehingga semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan bumi,” ujar Salam.

Adapun UMM mendapatkan sejumlah hewan kurban. Sampai saat ini ada 19 kambing, lima domba, dan 12 sapi. Jumlah ini bisa bertambah karena masih ada beberapa hari penyembelihan. Beberapa di antaranya dikirim ke berbagai daerah, termasuk Sumbawa.

Terkait penggunaan daun singkong sebagai bungkus daging, tim kesehatan hewan kurban UMM Ir. Ali Mahmud, S.Pt. M.Pt. menjelaskan bahwa daun singkong memiliki senyawa aktif, yakni flavonoid dan fenolik. Keduanya merupakan metabolis sekunder yang dihasilkan oleh tanaman dan memiliki banyak fungsi.

“Salah satunya sebagai antioksidan yang mampu emredukses proses oksidasi daging. Sehingga daging bisa tetap segar dalam proses distribusi ke masyarakat,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....