Menkeu Purbaya Waspadai Melambungnya Harga Minyak Dunia

  • 10 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah terus mewaspadai harga minyak dunia yang kembali melambung
  • Menurut Menkeu Purbaya, sekarang rata-rata harga minyak dunia yang kita bayar masih di bawah 90 (USD per barel
  • Hari ini, harga minyak mentah dunia sudah menembus level USD100 per barel

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah terus mewaspadai harga minyak dunia yang kembali melambung. Kenaikan harga minyak berisiko memperlebar defisit anggaran, terutama dari pos anggaran subsidi energi.

“Sekarang rata-rata harga minyak dunia yang kita bayar masih di bawah 90 (USD per barel. Jadi masih ada ruang di anggaran, mudah-mudahan harga minyak tidak naik lebih tinggi lagi,” kata Menkeu Purbaya di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Ia menyatakan akan melihat perkembangan harga minyak dunia paling tidak sebulan ke depan. “Kalau pun harga minyak ada di level yang sekarang, kita kan pernah mengalami,” ucapnya.

Menurutnya, anggaran akan diatur supaya berkesinambungan sehingga defisit tetap dapat ditekan di bawah tiga persen. “Bulan Juli, defisit baru sekira 0,91 persen dan bulan Agustus 0,95 persen (dari Produk Domestik Bruto),” ujar Menkeu.

Sepanjang dampak kenaikan harga minyak dunia di-absorb oleh APBN, tambah Menkeu, daya beli masyarakat tidak terganggu. BBM bersubsidi tidak naik, dampaknya mungkin akan terasa pada BBM non-subsidi.

Hari ini, harga minyak mentah dunia sudah menembus level USD100 per barel. Harga minyak Brent berada di level USD102,45 per barel, naik sekira 1,22 persen.

Sedangkan harga minyak WTI berada di level USD97,74 per barel, naik sekira 1,76 persen. Kenaikan harga minyak disebabkan oleh eskalasi perang di Timur Tengah yang dikhawatirkan mengganggu pasokan minyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....