Kemendag Dorong UMKM hingga Desa Tembus Pasar Ekspor

  • 02 Sep 2026 15:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan cetak biru pengembangan sumber daya manusia perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University sebagai upaya peningkatan kompetensi di sektor perdagangan.
  • Kementerian Perdagangan memfasilitasi UMKM untuk menembus pasar ekspor melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan program pelatihan serta business matching.
  • Program 'dari lokal untuk global' merupakan salah satu dari tiga program utama Kementerian Perdagangan untuk mengembangkan ekosistem perdagangan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta desa untuk mampu menembus pasar ekspor. Kemendag memfasilitasi UMKM melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan mendorong desa melalui pelatihan serta business matching.

Budi menyampaikan hal itu saat meluncurkan cetak biru pengembangan sumber daya manusia perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University. Ia menyebut program dari lokal untuk global sebagai salah satu dari tiga program Kementerian Perdagangan.

"Dan yang ketiga program kita adalah dari lokal untuk global. Dari lokal untuk global itu kita bagi yang pertama UMKM BISA Ekspor," ujar Budi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Budi, Kemendag menghubungkan UMKM dengan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mendukung kegiatan ekspor. Ia menegaskan peluang ekspor tidak hanya terbuka bagi pelaku usaha besar, tetapi juga usaha menengah dan kecil.

"Jadi kita memfasilitasi UMKM itu bisa ekspor dengan disambungkan ke perwakilan kita yang di luar negeri ya. Yang bisa ekspor itu tidak, tidak hanya yang besar tapi yang menengah yang kecil juga harus bisa ekspor," kata Budi.

Program dari lokal untuk global juga mencakup agenda Desa BISA ekspor. Budi menyebut kegiatan ekspor tidak hanya dapat dilakukan dari kota, tetapi juga dari desa.

"Kemudian yang kedua Desa BISA Ekspor. Kita ingin di desa-desa juga bisa ekspor," ucap Budi.

Selain UMKM dan desa, Kemendag menjalankan program campuspreneur untuk mendorong anak muda menjadi entrepreneur. Budi menyebut menjadi eksportir merupakan salah satu cara untuk menjadi entrepreneur.

“Dan yang ketiga adalah campuspreneur. Kita pengen mendidik anak-anak kita itu dari meja sekolah supaya dia bisa jadi entrepreneur,” ujar Budi.

Budi memaparkan Kemendag telah bekerja sama dengan lebih dari 20 kampus melalui program tersebut. Kerja sama itu mencakup pelatihan dan pencarian buyer, serta sudah ada mahasiswa yang melakukan ekspor.

“Kita sudah kerja sama lebih dari 20 kampus, kita pelatihan dan kemudian kita carikan buyer. Dan sudah ada Pak mahasiswa kita yang sudah ekspor,” kata Budi.

Budi berharap anak-anak yang mengikuti program tersebut dapat menjadi entrepreneur setelah lulus. “Nah kita pengen anak-anak kita kalau lulus itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....