Kemenperin Jajaki Lokalisasi Teknologi Rusia, dari Drone hingga Limbah

  • 24 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian tengah menjajaki pengembangan dan lokalisasi teknologi Rusia di Indonesia seperti drone, robotika bawah air, sistem komunikasi darurat, dan pengolahan limbah untuk memperkuat industri nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menjajaki pengembangan dan lokalisasi sejumlah teknologi Rusia untuk memperkuat industri dalam negeri. Di antaranya drone, robotika bawah air, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta pengolahan limbah.

Hal ini dibahas pada pertemuan antara Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Senator Federasi Rusia, Ilyas Umakhanov, di Jakarta. Kerja sama industri kedua negara diarahkan tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga investasi, alih teknologi, dan kemitraan industri.

Menperin meengatakan Rusia merupakan mitra strategis dalam membangun industri agar lebih maju dan berdaya saing. Menurut dia, kerja sama kedua negara diarahkan pada investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis dalam membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnyadi Jakarta, Senin 24 Agustus 2026. “Kami ingin hubungan kedua negara berkembang menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industry.”

Pertemuan tersebut juga membahas pemanfaatan teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri nasional. Bidang yang menjadi perhatian meliputi peralatan telekomunikasi, agrokimia, otomatisasi industri, pengolahan limbah, dan teknologi lainnya.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, Tri Supondy, menambahkan kolaborasi Indonesia-Rusia perlu memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Baik dalam bentuk investasi, alih teknologi, dan kemitraan antarpelaku industri kedua negara.

“Kerja sama Indonesia dan Rusia perlu diarahkan pada hal-hal yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri,” ucapnya. “Hubungan baik Indonesia dan Rusia perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama ekonomi lebih nyata, termasuk melalui penjajakan teknologi.”

Sedangkan Ilyas Umakhanov menyampaikan sejumlah peluang pengembangan teknologi bersama Indonesia. Misalnya drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, dan pengolahan limbah.

“Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan kerja sama teknologi dengan Indonesia,” ujarnya. “Kami memiliki teknologi drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan.”

Ilyas berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dan lokalisasi bersama di Indonesia. Menurut dia pengembangan teknologi dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Indonesia.

Tawaran teknologi Rusia tersebut menjadi bahan penjajakan kerja sama lanjutan antara kedua negara. Ini dilakukan untuk melihat kesesuaian teknologi dengan kebutuhan industri nasional serta peluang pengembangannya di Indonesia.

Penguatan hubungan industri Indonesia-Rusia sebelumnya berlangsung melalui partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Kehadiran Indonesia membuka ruang interaksi perusahaan kedua negara melalui forum bisnis, business matching, dan pertemuan antarpelaku usaha.

Berbagai peluang kerja sama yang teridentifikasi dalam rangkaian kegiatan tersebut mencakup skema Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G). Peluang tersebut menjadi bagian dari agenda tindak lanjut hubungan industri kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....