Indonesia-Peru CEPA Diharapkan Perluas Akses Pasar Amerika Latin
- 16 Jul 2026 16:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menyatakan perluasan akses pasar melalui kerja sama perdagangan internasional memperkuat daya saing nasional dan meningkatkan nilai tambah ekspor.
- Indonesia-Peru CEPA membuka akses strategis ke pasar Amerika Latin dengan total populasi 649 juta jiwa serta memberikan tarif preferensi untuk 7.257 pos tarif atau 90,68 persen dari total pos tarif Peru.
- Pemerintah menyiapkan langkah implementasi IP-CEPA melalui penyusunan peraturan teknis, sosialisasi, asistensi pelaku usaha, dan pembiayaan ekspor untuk mendukung penetrasi UMKM ke pasar Amerika Latin.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan perluasan akses pasar melalui kerja sama perdagangan internasional memperkuat daya saing nasional. Langkah tersebut juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah ekspor, memperluas peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Anggia menilai diversifikasi pasar ekspor penting agar Indonesia tidak bergantung pada pasar tradisional. Ia mengatakan Indonesia Peru-CEPA diharapkan membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia ke Amerika Latin serta perdagangan global.
"Komisi VI DPR RI memandang perluasan akses pasar melalui kerja sama perdagangan internasional merupakan instrumen strategis memperkuat daya saing ekonomi nasional. Langkah tersebut juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekspor, memperluas peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja berkelanjutan," ujar Anggia dalam rapat kerja dengan Menteri Perdagangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Anggia mengatakan Komisi VI DPR RI ingin memastikan setiap perjanjian perdagangan internasional memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional. Pembahasan tersebut diharapkan menjelaskan substansi perjanjian, manfaat ekonomi, kesiapan pelaku usaha, mitigasi risiko, serta strategi implementasi pemerintah efektif.
"Komisi VI DPR RI berharap pembahasan hari ini berlangsung secara konstruktif, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan pemahaman komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan DPR RI dan fungsi pengawasan Kementerian Perdagangan," kata Anggia.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Peru merupakan pintu masuk strategis bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Latin. Peru juga menjadi akses menuju Pacific Alliance dan CPTPP dengan total populasi mencapai 649 juta jiwa.
"Peru merupakan pintu masuk strategis bagi produk Indonesia menuju pasar Amerika Latin. Peru juga menjadi akses ke Pacific Alliance dan CPTPP dengan total populasi mencapai 649 juta jiwa," ujar Budi.
Berdasarkan paparan Mendag, Indonesia memperoleh tarif preferensi untuk 7.257 pos tarif atau 90,68 persen dari total pos tarif Peru. Produk unggulan Indonesia yang memperoleh manfaat meliputi kendaraan, tekstil, pakaian jadi, minyak nabati, produk kulit, serta suku cadang.
"Indonesia memperoleh tarif preferensi sebanyak 7.257 pos tarif atau 90,68 persen dari total pos tarif Peru. Produk unggulan RI yang diuntungkan yaitu kendaraan dan suku cadang, minyak dan lemak nabati, produk kulit, tekstil dan pakaian jadi," kata Budi.
Budi mengatakan pemberlakuan IP-CEPA diproyeksikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PDB riil, serta investasi nasional. Ia menambahkan IP-CEPA membuka peluang UMKM menembus pasar Amerika Latin melalui produk industri dan makanan olahan.
Pemerintah, lanjut Budi, menyiapkan berbagai langkah mendukung implementasi IP-CEPA melalui penyusunan peraturan teknis dan penyesuaian sistem INSW. Pemerintah juga memperkuat sosialisasi, asistensi pelaku usaha, karantina, perlindungan konsumen, standar mutu, serta pembiayaan ekspor nasional.
"Percepatan ratifikasi dan implementasi IP-CEPA menjadi krusial agar potensi manfaat ekonominya segera dirasakan. Pemerintah merekomendasikan pengesahan IP-CEPA melalui Peraturan Presiden dengan tetap memperhatikan kesiapan domestik dan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan," ucap Budi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....