Permasalahan Ojek Online dan Konvensional Dibahas dalam Debat Publik Pilwalkot Madiun 2024

  • 18 Okt 2024 22:05 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Isu permasalahan ojek online (ojol) dan ojek pangkalan konvensional mencuat dalam debat publik pertama Pilwalkot Madiun 2024 dengan tema Hukum dan Tata Kelola pada Rabu (16/10/2024). Panelis, Dra. Ninik Sriyani, memantik diskusi ini dengan mengangkat permasalahan yang dialami oleh para driver ojol dan ojek pangkalan, khususnya di sekitar Terminal Purbaya dan Stasiun Kereta Api Madiun. Dra. Ninik mengungkapkan bahwa banyak driver ojol merasa kasihan kepada pelanggan yang harus berjalan jauh untuk menghindari zona merah (red zone) di area tersebut, serta keprihatinan terhadap ojek pangkalan yang semakin sulit mendapatkan pelanggan. Di sisi lain, transportasi publik juga belum diminati oleh masyarakat. Panelis menanyakan kepada para calon solusi yang dapat mengatasi masalah ini.

Pasangan calon nomor urut 2, Maidi, yang mendapatkan giliran pertama menjawab, menegaskan bahwa transportasi merupakan bagian penting dari kehidupan kota yang harus dikelola dengan baik.

"Mana yang mengganggu kehidupan kota harus segera diselesaikan. Semakin lama, Kota Madiun semakin menjadi tujuan utama, sehingga zona-zona yang tidak diperbolehkan seperti di terminal dan stasiun perlu diberikan solusi," ujar Maidi. Ia mengusulkan penggunaan digitalisasi untuk mempermudah akses di area-area tersebut, baik di terminal maupun stasiun, sehingga masalah dapat diatasi lebih efektif.

Pasangan calon nomor urut 3, Bonie Laksmana, menawarkan solusi yang lebih langsung dengan membuka akses bagi ojek online ke area-area zona merah.

"Yang paling utama adalah warga Kota Madiun, jadi solusi harus ditemukan secara tepat," jelas Bonie. Menurutnya, dengan adanya komunikasi yang baik antara semua pihak, ojek online bisa diizinkan masuk ke terminal dan stasiun melalui kebijakan yang disepakati bersama. Ia juga menyebutkan pentingnya kerja sama dengan PT KAI untuk memperbolehkan akses bagi ojol di sekitar stasiun, sehingga semua pihak, baik pelanggan, ojek online, maupun ojek pangkalan, merasa diuntungkan.

Pasangan calon nomor urut 1, Inda Raya Ayu Miko Saputri, menyatakan bahwa solusi atas permasalahan ini harus dicapai melalui diskusi bersama semua pemangku kepentingan.

"Zona merah ini diampu oleh semua stakeholder, dan saya yakin kita bisa duduk bersama untuk menemukan solusi terbaik," tegas Inda Raya. Ia mencontohkan beberapa kota besar yang telah memiliki pos khusus di zona merah yang secara legal memperbolehkan ojek online masuk. Inda menekankan pentingnya digitalisasi dan regulasi yang mendukung agar semua pihak merasa nyaman dan terakomodasi.

Debat publik ini memperlihatkan beragam pandangan dari ketiga pasangan calon terkait permasalahan transportasi di Kota Madiun, terutama di area terminal dan stasiun. Semua calon sepakat bahwa perlu ada inovasi dan kebijakan yang tepat untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat, driver ojol, ojek pangkalan, serta transportasi publik, dengan memanfaatkan teknologi dan dialog antara berbagai pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....