Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan, Ini Jawaban Ketiga Paslon dalam Debat Pilwalkot Madiun 2024
- 18 Okt 2024 21:33 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Pengelolaan sampah menjadi salah satu topik utama dalam debat publik Pilwalkot Madiun 2024 dengan tema lingkungan. Ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun menyampaikan pandangan mereka terkait inovasi teknologi pengelolaan sampah di tengah laju urbanisasi yang cepat. Pertanyaan mengenai hal ini dibacakan oleh panelis, Dr. Syarif Thoyib, dengan kode soal C, yang menyoroti peningkatan volume sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, pada Rabu (16/10/2024).
Pasangan calon nomor urut 1, Inda Raya Ayu Miko Saputri, menekankan pentingnya penggunaan teknologi gas metana dalam pengelolaan sampah.
"Kami akan menerapkan teknologi yang memanfaatkan gas metana sebagai salah satu solusi. Selain itu, kami akan mengkaji studi dan inovasi dari kota-kota lain yang sudah berhasil dalam pengurangan sampah," ungkap Inda Raya. Ia juga menambahkan bahwa kunci pengurangan sampah tetap kembali kepada masyarakat melalui kebiasaan memilih dan memilah sampah.
Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2, Maidi, menekankan pentingnya pendidikan mengenai pengelolaan sampah sejak dini.
"Sampah adalah masalah kita semua. Solusinya, kita harus mulai dari anak-anak kita, dengan mendidik mereka tentang cara memilah sampah, mana yang produktif dan mana yang tidak. Ini adalah pembelajaran yang penting bagi generasi penerus kita," ujar Maidi. Ia yakin bahwa pengelolaan sampah yang efektif dimulai dari kesadaran dan pendidikan sejak usia dini.
Pasangan calon nomor urut 3, Bonie Laksmana, memiliki pandangan berbeda dari dua pasangan calon lainnya. Ia merasa bahwa pendekatan yang diusulkan belum menyelesaikan masalah secara tuntas, terutama terkait TPA Winongo yang sudah penuh.
"Buktinya, sampah di TPA Winongo sudah menggunung. Kita harus fokus pada tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan B3," jelas Bonie. Ia mengusulkan penggunaan inovasi terbaru dengan bantuan bakteri untuk mengolah sampah organik menjadi cairan, dan kerja sama dengan pabrik-pabrik untuk pengelolaan sampah anorganik. Untuk sampah B3, ia berencana bekerja sama dengan perusahaan yang sudah tersertifikasi oleh kementerian.
Debat mengenai pengelolaan sampah ini menunjukkan perbedaan pendekatan yang ditawarkan oleh masing-masing calon dalam menghadapi tantangan sampah di Kota Madiun. Mereka menyadari bahwa inovasi teknologi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di tengah perkembangan urbanisasi yang pesat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....