PCC SMADA : Ekskul Lokal, Juara Nasional
- 24 Jan 2024 21:07 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Kegiatan ektrakurikuler PCC (Personal Computer and Cinematograhy) SMAN 2 Madiun bisa dikatakan kegiatan siswa lokal, namun berprestasi nasional.

Mereka tidak hanya melakukan pertemuan dan berkegiatan rutin mingguan. Untuk mengasah ketrampilan anggotanya, mereka juga melakukan berbagai proyek. Proyek yang dikerjakan tidak hanya sekedar praktek namun juga mereka ikutkan ajang kompetisi. Mulai dari lomba fotografi, videogafi dan film pendek.
Hal tersebut rutin mereka lakukan, baik di tiap angkatan maupun kolaborasi antar angkatan. Angakatan atau Gen-18 saja sudah beberapa kali mengikuti ajang kompetisi, baik tingkat lokal maupun nasional.
Sampai tahun 2023, mereka mengikuti lima ajang kompetisi dan berhasil meraih prestasi. Prestasi tersebut antara lain, Juara 2 Short Movie "Creative Economic" Competition STIES Surakarta 2023, Juara 1 Videography Anti Korupsi Universitas Merdeka Madiun 2022, Juara 2 Shortmovie Competition NESCO UGM 2023, Juara 1 Short Movie Competition SMA Award 2019 Dan Nominasi 5 Besar Film Pendek SMA Award 2023.
“Yang SAMA Award itu tingkat provinsi. Lalu yang diadakan universitas-universitas itu tingkatnya nasional”, ungkap Kevin saat wawancara di acara Sore Ceria Pro 2 RRI MAdiun (24/01/2024).
Setiap kompetisi yang mereka ikuti mengharuskan mereka membuat konten atau film pendek baru. Hal ini juga yang mengharuskan mereka lebih produktif dan kreatif.
“Karena dalam setiap kompetisi, persyaratannya judul dan film yang dikirim tidak boleh diikutkan di ajang yang lain. Jadi kami selalu bikin (film) baru”, lanjut Kevin
Untuk film pendek berdurasi lima hingga tujuh menit membutuhkan proses produksi yang panjang, mulai dari penulisan naskah, syuting, editing hingga finishing. Terlebih karena mereka lakukan disela aktifitas sekolah, untuk pembuatan satu judul film pendek bisa memakan waktu hingga satu bulan
“Paling cepat seminggu atau dua minggu. Tapi kan kami sekolah, jadi ya produksinya setelah sekolah. Itu pun harus nunggu jadwal tiap crew pas sama-sama longgar, baru bisa ngerkjain bareng”, kata Lia, salah satu anggota PCC.
Dalam proses produksi satu judul film pendek PCC melibatkan sepuluh orang crew, mulai dari tim syuting, perlengkapan hingga actor. Mereka yang terlibat pun harus melalui tahapan seleksi karena jumlah anggota PCC mencapai rartusan orang untuk semua angkatan.
“Jadi dipilih berdasar ketrampilan dan hasil kerja selama berkegiatan rutin. Siapa yang lebih banyak perkembangannya, dia yang dilibatkan crew. Sesuai divisi ya. Misalnya saya di bagian shooting atau video. (divisi) lainnya juga begitu. Dilihat siapa yang sudah lebih bisa”, sahut Vita, aggota PCC yang lain.
Dari tiap kompetisi ada tantangan tersendiri. Jika di tingkat nasional lebih pada skala kompetisi dengan peserta dari penjuru Indonesia, kompetisi tingkat provinsi tidak kalah sulit. Hal ini karena jumlah pesertanya yang lebih banyak.
“Paling menantang sebenarnya malah yang tingkat provinsi, yang SMA Award karena kami harus bersaing dengan SMA/SMK se-provinsi dan yang ikut bisa ribuan tim. Tapi kami puas dengan hasilnya”, pungkas Kevin bangga atas kerja timnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....