Duta Literasi SMAN 2 Madiun yang Menjadikan Literasi Sebagai Gerakan Nyata
- 30 Apr 2025 13:35 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Vallen Keysa Prayeta, siswi kelas XI SMAN 2 Madiun, terpilih sebagai Duta Literasi angkatan pertama di sekolahnya. Menjadi bagian dari komunitas yang berisi pelajar dengan minat kuat terhadap literasi, Vallen tak hanya aktif membaca dan menulis, namun juga membawa semangat literasi ke tingkatan yang lebih luas—mencakup literasi numerik, digital, dan sains.
Duta Literasi bukan sekadar gelar simbolik. Vallen menjelaskan bahwa literasi bukan hanya perkara membaca dan menulis, tapi tentang bagaimana seseorang memperluas wawasan dan menelaah informasi secara kritis, termasuk kemampuan berhitung, menganalisis data, hingga melakukan penelitian ilmiah.
"Literasi itu gak sekadar menyalin ulang isi buku. Ini soal menyerap, memahami, dan mencipta," ujarnya saat siaran Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
Proses seleksi Duta Literasi SMAN 2 Madiun melibatkan tiga tahap utama: seleksi berkas, tes tulis, dan presentasi program kerja di hadapan dewan juri. Vallen lolos dengan menonjol berkat banyaknya buku yang telah ia baca serta karya tulis yang telah ia hasilkan, salah satunya adalah buku berjudul "Kawan Alam" yang ia tulis bersama komunitasnya.
“Ada tahapan wawancara juga. Kita ditanya sudah punya karya apa, sudah baca berapa banyak buku dalam tiga tahun terakhir, dan wawasan literasi numerik,” ungkapnya.
Buku "Kawan Alam" menjadi bukti nyata kontribusi Vallen di bidang literasi. Buku tersebut lahir dari hasil penelitian yang ia dan tim lakukan dalam program kerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunung Wilis. Penelitian ini mengungkap potensi cagar alam Gunung Sigogor yang masih belum banyak dikenal masyarakat.
“Kami menargetkan anak-anak sebagai pembaca utama karena daya ingat mereka lebih baik dan ketertarikan terhadap hal baru tinggi. Tapi buku ini juga cocok untuk remaja dan dewasa,” ujar Vallen.
Buku tersebut memuat informasi tentang flora dan fauna Gunung Sigogor, termasuk cara-cara sederhana untuk melestarikannya. Salah satu hal yang diungkap dalam buku adalah keberadaan monyet ekor panjang sebagai spesies khas wilayah tersebut, yang populasinya menunjukkan tren menurun.
Buku ini saat ini sedang dalam proses pencetakan, namun beberapa eksemplar sudah disumbangkan ke SDN 02 Kare dan SDK Santo Bernadus di wilayah Madiun.
Sementara itu, sebagai Duta Literasi, Vallen bersama tim telah menjalankan program pertamanya: mewajibkan setiap kelas di SMAN 2 Madiun membuat minimal satu karya tulis dalam bentuk buku yang akan dipajang di perpustakaan sekolah. Program berikutnya adalah mengumpulkan para penulis muda yang sudah memiliki karya, namun belum tahu bagaimana melanjutkan atau menerbitkannya.
“Kami ingin tulisan-tulisan mereka menjadi suara perubahan. Akan kami bantu terbitkan lewat platform Smada Express dan dijadikan koleksi perpustakaan,” jelasnya.
Kecintaan Vallen terhadap dunia literasi tak muncul tiba-tiba. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membaca dongeng sebelum tidur.
"Kalau naik kelas dan nilainya bagus, hadiahnya buku. Itu jadi kebiasaan yang terbawa sampai sekarang," katanya.
Selain menulis cerita, Vallen juga mendalami penulisan esai berbasis penelitian ilmiah. Salah satu esai yang ia tulis mengulas teori stimulus manusia oleh JP Watson, dengan pendekatan saintifik dan pembacaan terhadap buku-buku ilmiah.
Vallen akan menjabat sebagai Duta Literasi hingga tahun ajaran baru mendatang. Ia berharap kehadirannya bisa membawa dampak nyata bagi budaya literasi di sekolah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa literasi bisa menyenangkan dan bermanfaat. Bukan tugas, tapi kebiasaan hidup,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....