Siswa SMAN 2 Kota Madiun Menjuarai Lomba KOMESCOM 2024 Terkait Lingkungan

  • 09 Jan 2025 08:28 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Siswa SMAN 2 Kota Madiun Vallen Keysa Prayeta (XI-8), Arthania Aurora Mustika (XI-8), Regina Citra Hapsari (XI-8) dan Alicia Andiayani A.R (XII-8) menorehkan prestasi di tingkat Nasional yaitu Juara 1 Kompres Essay Competition (KOMESCOM) 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Kompetisi ini diikuti Pelajar berbagai SMA di seluruh Indonesia. Dengan tema besar "Empowering Youth: Tackling Climate Change Through Innovation and Action", dimana kompetisi ini mengajak peserta untuk berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim melalui inovasi dan tindakan nyata dalam bentuk esai.

Dari tema yang ditetapkan panitia, Vallen dan kawan kawan memilih subtema lingkungan mengenai Global Warming. Ini dipilih bukan tanpa alasan, karena mereka merasa permasalahan Global Warming yang sampai saat ini blm ada solusinya.

"Sebenarnya temanya itu kan banyak dan kenapa kita pilih tema itu karena global warming ini kan permasalahan yang udah lama banget terjadi udah bertahun-tahun terjadi tapi sampai detik ini belum ada satu solusi yang benar-benar signifikan banget untuk mengurangi potensi itu. apalagi kalau baca berita-berita terbarunya kan malah sekarang setiap tahunnya itu meningkat yang dari awalnya itu 1% pemanasan globalnya jadi meningkat 2% itu kan benar-benar bahaya banget gitu kan buat bumi kita. Jadi kenapa kita enggak ciptain suatu inovasi yang bisa mengatasi global warming" Kata Vallen bersemangat saat ngobrol di Pro 2 RRI Madiun

Selama kurang lebih 1 bulan mereka berempat mengerjakan dengan fokus dengan pembagian tugas secara merata sesuai kecakapan masing - masing. "Kita berempat membagi tugas, dari Arta yang bertugas mengerjakan BAB 1 yaitu pendahuluan. Bagaimana kita bisa menarik para tim penilai agar bisa membaca esai kita seluruhnya. Lalu regina mengerjakan BAB 2 yaitu setelah disajikan Masalah, disajikan solusi dan data data yang diberikan pemerintah yang juga bekerjasama dengan PBB. Lalu apa yang kita lakukan untuk mendukungnya dan menggali potensi untuk menerapkan inovasi ini seperti apa lalu disambung demgan Vallen yang mengerjakan aplikasinya, yaitu lebih ke problem resolve nya. Mulai dari inovasi teknologinya, desain sistematika teknologi yang mau dibuat, penerapan trus dasar dasar teori kenapa kita memilih inovasi ini dan bagaimana inovasi ini bisa berpengaruh ke masyarakat dan mudah digunakan. Dan Alicia bertugas mengsketsa bagian aplikasinya dan fitur fitur didalamnya" Jelas mereka saling melengkapi.

Inovasi yang mereka beri nama "Terra Nova" memiliki fitur-fitur yaitu Earth News, Eco Shop, Waste Management, Save Terra gan Go Save yang kesemua fiturnya bertujuan mengurangi dampak perubahan iklm dengan membantu pengguna mengenali gejala, perubahan, penyebab dan bagaimana masyarakat dapat ikut serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi faktor utama Climate Change.

Dari inovasi yang mereka rancang terpilihlah 4 besar untuk melaju ke final yang dilakukan langsung di UNAIR Surabaya. Dan mendapat respon positive dari Tim Penilai dan menobatkan mereka menjadi Juara 1.

"Pengalaman yang didapat luar biasa. Kami sangat bersyukur bisa menjadi Juara. Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga untuk terus berinovasi demi masa depan lingkungan lebih baik lagi. Semoga aplikasi yang kita buat bermanfaat" jawab mereka kompak.

Kompetisi ini menjadi bukti bahwa generasi muda, memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi kreatif terhadap tantangan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....