Cerita Ririn Setyowati, Guru Sekolah Inklusi Kota Madiun
- 15 Jul 2024 13:56 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Memiliki siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Tidak terkecuali dialami Ririn Setyowati, wali kelas 1 SDN 02 Taman, Kota Madiun.
Pada tahun ajaran baru 2024/2025 ini, ia memiliki sembilan siswa. Kesemuanya anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Di bilang berat ya berat, karena saya sendiri background-nya bukan dari pendidikan luar biasa, tapi pendidikan dasar. Kuncinya hanya sabar, telaten, dan berusaha memahami anak, bagaimana karakter dan keinginan anak, yang penting kita selalu memberikan support dan berusaha melayani anak sebaik mungkin sesuai kompetensi yang dimiliki sebelumnya,” ujarnya, Senin (15/7/2024).
Ririn, adalah salah satu dari sekian banyak guru pembimbing khusus (GPK) sekolah inklusi di Kota Madiun. Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ini, ia turut mengenalkan fasilitas, kegiatan dan tata tertib yang ada di sekolahnya.
Menurut Ririn, sejatinya, guru yang memiliki satu siswa berkebutuhan khusus, setara dengan mengajar empat siswa reguler. Namun lain halnya di SDN 02 Taman, yang tahun ini menampung 9 siswa berkebutuhan khusus.
“Kalau disini ada sembilan anak berkebutuhan khusus, berarti kan sama seperti mengajar 36 anak reguler,” katanya.
Meskipun di sekolahnya ditunjuk sebagai salah satu sekolah inklusi, ia berkomitmen untuk memberikan pembelajaran yang optimal. Sehingga mereka mendapatkan pelayanan yang sama seperti siswa reguler pada umumnya.
“Untuk tingkat keberhasilan kita belum bisa menjamin, yang penting kita siapkan anak-anak yang berkarakter, mandiri, dan bertanggung jawab. Terutama soal kemandirian, minimal mandiri untuk dirinya sendiri,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....