Mahasiswa Kebidanan UMMAD PKL di RSI Siti Aisyah Madiun
- 15 Jul 2024 13:15 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Prodi Kebidanan D3 Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) melakukan penyerahan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke RSI Aisyah Kota Madiun. Serah terima mahasiswa PKL Kebidanan D3 UMMAD ini dilaksanakaan di Ruang Pertemuan RSI Siti Aisyah di Lantai 3 Gedung Mas Mansyur.
Dalam kesempatan tersebut, dari pihak Prodi Kebidanan D3 UMMAD dihadiri Sekretaris FIK UMMAD, Ruri Narulita Sari, Kaprodi Kebidanan, Nisa Ardhianingtyas, serta mahasiswa Kebidanan yang akan menjalani PKL. Sementara dari pihak RSI Siti Aisyah Kota Madiun dihadiri Kabid Keperawatan Istiyono Wahyu Untoro didampingi Kasi Keperawatan 1, Karu Fatiman dan Koordinator Ruang Ferina.
Sekretaris FIK UMMAD, Ruri Narulita Sari, menyampaikan apreasiasi tinggi kepada RSI Siti Aisyah yang bersedia menerima mahasiswa Prodi Kebidanan UMMAD melakukan PKL.
“Sebelum mengikuti PKL ini, mahasiswa kami sudah melakukan ujian praktikum Ketrampilan Dasar Kebidanan di prodi,” kata Rury, Senin (15/7/2024).
Ruri juga menyampaikan Prodi Kebidanan telah membuat buku target PKL yang digunakan untuk penilaian praktek mahasiswa Kebidanan UMMAD. Buku tersebut nantinya dapat disetujui kepala ruang.
“Buku target ini untuk disetujui kepala ruang berisi tugas para mahassiwa. Untuk selanjutnya kami serahkan para mahasiswa kami praktik disini. Mohon bimbingan serta arahan kepada mahasiswa kami,” terang Rury.
Sementara itu, Kabid Keperawatan RSI Siti Aisyah Kota Madiun, Istiyono Wahyu Untoro menegaskan, RSI terbuka menjadi tempat praktik lapangan bagi mahasiswa Prodi Kebidanan UMMAD.
“Kami sangat senang karena RSI Siti Aisyah Kota Madian dijadikan sebagai lahan praktik adik-adik dari Kebidanan UMMAD. Kami senang bisa membantu untuk membesarkan UMMAD,” ujar Istiyono.
Istiyono menekankan kepada mahasiswa Kebidanan UMMAD yang berpraktik di RSI Siti Aisyah Kota Madiun bisa menjaga marwah rumah sakit dengan memposisikan diri sebagai pihak rumah sakit serta menjaga etika.
“Harus menjaga marwah rumah sakit yang jadi lokasi praktik mahasiswa karena pasti keluarga pasien menganggap mahasiswa ini sebagai karyawan rumah sakit. Harus menjaga etika mana yang boleh dan tidak boleh disampaikan kepada pasien,” ujar Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana PDM Kota Madiun itu.
Istiyono menerangkan, sekarang ini, pasien rumah sakit begitu kritis. Keluarga pasien biasanya akan bertanya ketika ada mahasiswa yang memberi pelayanan kepada pasien.
“Mereka bicara ‘Kok kita dibuat tempat praktik’. atau ‘Kita dikasih mahasiswa praktik, bukan bidannya yang datang, banyak keluhan seperti itu. Mereka memfoto bahkan mem-video,” ujar Istiyono.
Untuk itu, Istiyono berharap mahasiswa harus aktif bertanya apa pun hal-hal yang belum diketaui kepada perawat serta mempelajarai prosedur yang dijalankan di rumah sakit.
“Harus bertanya apa pun karena adik-adik ini masih awal praktik. Salah satu contohnya saat penanganan pasien kebidanan yang mungkin di semester 1–2 ada materi yang belum diajarkan, itu yang harus ditanyakan,” terangnya. (Ril)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....