Walikota Madiun Targetkan Prevalensi Stunting Jadi 4 Persen
- 05 Sep 2023 20:21 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Walikota Madiun, Maidi menargetkan prevalensi angka stunting tahun ini kembali menurun. Dari 9,7 persen di tahun 2022, menjadi 4 persen di tahun ini.
Berbagai upaya dilakukan pemkot untuk menurunkan angka stunting. Di antaranya mencegah kasus pernikahan dini, memberikan tablet tambah darah (TTD) pada usia remaja, pendampingan pra nikah hingga saat melahirkan.
"Pencegahan stunting itu dimulai sejak pernikahan, ibu mengandung hingga melahirkan. Nah salah satu penyebab stunting itu kasus pernikahan dini, makanya jangan sampai itu terjadi," katanya, Selasa (5/9/2023).
Tak hanya itu, kesehatan dan asupan gizi ibu hamil juga menjadi perhatian pemkot. Maidi telah menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) setempat untuk intensif memantau tumbuh kembang janin yang dikandung ibu hamil.
Pada sisi lain kebutuhan gizi juga dicukupi dengan program warung stop stunting (WSS). Total anggaran yang telah disiapkan pemkot sekitar Rp5,4 miliar.
"WSS kami tempatkan disejumlah titik di masing-masing kelurahan,’’ kata Maidi.
Selain mencukupi kebutuhan pokok dan sayuran gratis, sasaran WSS juga dibekali konsumsi makanan siap saji, asupan protein hingga uang saku belanja di lapak UMKM. WSS menyasar sekitar 922 jiwa yang terdiri dari anak dan ibu hamil di Kota Madiun.
Rinciannya, 256 jiwa di Manguharjo, 385 di Taman, dan 281 di Kartoharjo. Karena itu Pemkot terus melakukan intervensi agar target penurunan stunting tahun ini dapat tercapai.
‘’Kalau anak-anak kekurangan gizi, tumbuh kembang serta kecerdasannya akan kurang. Padahal dia ini kita siapkan menuju generasi emas tahun 2045," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....