Kasus Stunting di Kota Madiun Turun Drastis

  • 11 Mei 2023 14:43 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Prevalensi stunting di Kota Madiun tahun ini menurun drastis. Dari sebelumnya 12,4 persen, saat ini tinggal 9,7 persen.

Artinya, dari 514 kasus, kini tinggal 330 anak mengalami stunting. Capaian tersebut berada di bawah target nasional 14 persen di tahun 2024.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, pemerintah kota (Pemkot) Madiun tidak berpuas diri atas capaian tersebut. Berbagai upaya terus dilakukan agar Kota Madiun zero kasus stunting. Namun demikian hal itu tidak serta merta dilakukan, tanpa partisipasi dari semua pihak.

“Saya masih punya 330 anak stunting. Ini insya allah nanti satu dua tahun ini nol stunting. Target tahun depan 4 persen, bila perlu 0 koma sekian lah,” ujarnya, kemarin.

Maidi menyatakan, turunnya angka stunting itu tidak lepas dari program yang telah dicanangkan pemkot. Mulai pelaksanaan program warung stop stunting (WSS) hingga pengawasan kesehatan ibu hamil.

Bahkan, pemkot berencana menyusun program terobosan baru untuk mempercepat upaya tersebut. Yaitu berencana membentuk tim khusus yang diberi nama relawan grebeg stunting. Bila perlu, ia meminta keterlibatan pengusaha di Kota Madiun membantu pemkot mengentaskan kasus stunting di wilayahnya.

“Insya allah pola yang kita lakukan ini bisa mempercepat menurunkan angka stunting. Kita coba, kita evaluasi seberapa efektifnya,” ucapnya.

Disamping itu, ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus mengawalnya dengan ketat. Artinya yang terlanjur stunting akan dirawat agar lepas dari stunting, sedangkan ibu hamil juga terus dipantau kesehatannya termasuk kecukupan gizinya agar anak yang dilahirkan tidak berisiko stunting.

“Percuma saya menyelesaikan stunting terhadap bayi yang sudah lahir tapi yang mau lahir tidak dirawat. Makanya ibu yang hamil kita cek kesehatannya, jangan sampai ini jadi awal stunting,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....