Kenaikan Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Kota Madiun

  • 03 Apr 2023 15:24 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Inflasi Kota Madiun pada Maret sebesar 0,25 persen. Angka itu dibawah inflasi Jatim 0,39 persen, dan di atas nasional 0,18 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan, menjelang hari Raya Idul Fitri, inflasi mulai menunjukkan kenaikan. Ini mengingat berdasarkan catatannya, inflasi Februari lalu di Kota Madiun hanya 0,04 persen.

"Tentunya ini pengaruh dari momentum Idul Fifri" ujarnya saat menggelar pers rilis berita resmi statistik secara virtual, Senin (3/4/2023).

Dari 11 kelompok pengeluaran, sembilan kelompok pengalami inflasi. Sedangkan dua kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan harga.

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi di antaranya kenaikan harga cabai rawit dengan inflasi 8,53 persen. Kemudian telur ayam ras, bensin, daging ayam ras, serta bawang putih.

"Untuk cabai rawit trendnya ini terus mengalami kenaikan sejak Desember 2022 sampai Maret 2023. Februari kemarin inflasinya 4,46 persen, Maret ini justru naik menjadi 8,53 persen," tambahnya.

Sementara itu komoditas penekan inflasi di antaranya turunnya harga minyak goreng sebesar -2,75 persen. Berikutnya beras, bawang merah, serta pepaya.

"Minyak goreng ini sejak Januari sampai Maret trend harganya turun atau mengalami deflasi. Dari 3,09 persen di Januari, 0,85 persen di Februari dan di Maret -2,75 persen," ucapnya.

Berdasarkan data di BPS, dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim seluruhnya mengalmi inflasi. Tertinggi terjadi di Sumenep 0,67 persen, Malang dan Probolinggo sama, 0,42 persen.

Berikutnya Jember dan Surabaya masing-masing 0,39 persen. Selanjutnya Banyuwangi 0,28 persen serta Madiun dan Kediri sama masing-masing 0,25 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....