Bukan Karena Limbah Lindi, Kerusakan Tanah Area TPA Mrican Disebabkan Pupuk Kimia

  • 02 Des 2022 18:33 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Hasi Uji laboratorium tanah yang dikirimkan oleh Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan, Konservasi Alam Dan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo ke Fakulas Pertanian Universitas Sebelas Maret -UNS Surakarta sudah keluar Jumat (1/12/2022).

Selanjutnya Dinas lingkungan hidup langsung melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pemerintah Desa Mrican terkait hasil uji laboratorium tanah disekitar Tempat Pembuangan sampah Akhir -TPA Mrican yang dikeluhkan petani karena diduga tercemar air lindhi rembesan dari TPA. Air lindi (bahasa Inggris: leachate) adalah suatu cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan di timbunan sampah.

Namun hasil uji laboratorium ternyata berbeda. Kerusakan tanam padi akibat tanah yang terjadi di sekitar TPA Mrican yang di keluhkan oleh para petani setempat ke DLH yang diduga tercemar ternyata disebabkan faktor kelebihan dalam menggunakan pupuk kimia. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo Gulang Winarno, Jumat (1/12/2022).

“Atas hasil tersebut, saya menyarankan kepada para petani setempat untuk merubah pola tanam mereka . Dengan melakukan pengurangan penggunaan pupuk kimia dan menggantinya dengan pertanian ramah lingkungan yang menggunakan pupuk organic," jelas Gulang .

Diinformasikan sebelumnya, para petani disekitar TPA Mrican pada beberapa bulan lalu mengeluhkan adanya pencemaran air lindi dari TPA ke area persawahan mereka sehingga tanaman padinya terganggu.

Atas , protes tersebut DLH Ponorogo pun mengajukan anggaran pembuatan talud untuk mencegah merembesnya air lindhi.

Selain itu agar memiliki dasar dan kajian ilmiah DLH juga mengambil sample tanah milik petani yang dianggap tercemar tersebut,

Namun setelah dilakukan uji laboratorium pada Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta hasil menunjukkan kerusakan tanah dan tanaman di sekitar TPA Mrican karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....