Nasi Golong, Kuliner Sakral Khas Jawa Sarat Filosofi

  • 16 Sep 2024 23:32 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Sego golong adalah istilah dalam bahasa Jawa yang mengacu pada hidangan nasi dibentuk bulat. Biasanya disajikan dalam acara-acara keagamaan atau upacara adat di masyarakat Jawa, terutama dalam budaya Jawa.

Hidangan ini memiliki makna dan simbolisme khusus dalam konteks tradisional Jawa. Sego adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti nasi, dan golong berarti tekat bulat.

Hidangan sego golong merupakan bagian integral upacara-upacara keagamaan, selamatan, atau acara budaya di Jawa. Nasi yang disajikan dalam bentuk sego golong biasanya diatur dengan rapi dalam wadah khusus.

Pelengkap sajian nasi golong disertai lauk-pauk, sayuran, dan makanan penutup. Selain itu, penyajian nasi dalam sego golong juga mengikuti tata cara dan adat-istiadat tertentu.

Menurut Sunjata, W. P., Sumarno, S., & Mumfangati, T. (2014). Sesaji ini diwujudkan dalam bentuk sesajen atau sajian. Berupa nasi golong dua buah yang masing-masing dilengkapi lauk lengkap dan jangan/sayur padhamara.

Khusus jangan/sayur menir dan sayur padhamara masing-masing ditempatkan terlebih dahulu dalam cuwol cowek terbuat dari gerabah. Baru kemudian semua sesaji ini ditempatkan dalam sebuah tampah yang telah diberi alas daun pisang.

Makna sajen ini adalah menggambarkan kedua insan yang mempunyai niat saling membahu dan saling membantu dalam membangun mahligai rumah tangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....