Penyebab Dan Dampak Dari Fatherless Country Di Indonesia
- 02 Sep 2024 09:49 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Akhir – akhir ini media ramai menyebutkan bahwa Indonesia disebut menjadi negara fatherless ketiga di dunia. Artinya bahwa negara ini sosok ayah dalam keluarga sangat kurang. Hal in I tentunya cukup menarik untuk dikaji.
“Indonesia menduduk peringkat ke tiga sebagai Negara fatherless country di dunia, hal ini sangatlah menarik untuk dikaji karena di Negara Indonesia sendiri banyak perkawinan, mereka yang masih ada ayahnya juga banyak. Sementara yang dimaksud fatherless adalah mereka yang kehilangan peran ayah dalam kehidupan dan pengasuhan”, demikian dikatakan Andi Cahyadi, M.Psi, Psikolog, dosen Psikology Unika Wima Surabaya kampus Madiun kepada RRI.
Andi Cahyadi mengatakan, dari tahun silam kasus fatherless country di negara kita telah terjadi, bahwa peran pengasuhan anak didominasi oleh peran ibu, sehingga anak-anak di Indonesia sangatlah dekat dengan ibu termasuk berbagai masalah anak akhirnya bermuara kepada ibunya.
Dikatakan, ketika laki-laki sudah menjadi seorang ayah ini harus mencari nafkah, mereka seolah tidak memiliki waktu untuk mengurus anak di rumah. Padahal, peran ayah pun sangat dibutuhkan dalam pengasuhan anak.
“Ketidak hadiran seorang ayah dalam pola pengasuhan seorang anak sangatlah mempengaruhi dari perkembangan anak itu sendiri. Apakah fatherless itu mereka yang tidak mempunyai ayah cuma di dibesarkan oleh ibu saja, ternyata tidak juga karena ayah pun ada peran ayah itu benar-benar tidak kelihatan yang akhirnya semua dihandle oleh ibu. Pada akhirnya kedekatan emosional dengan ayah tidak ada”, ujar Andi.
Menurutnya penyebab terjadinya fatherless ada dua, yang pertama karena perceraian dan kedua pola hubungan patriarki yang masih melekat di masyarakat Indonesia.
“Perceraian ini dapat berdampak pada anak yang kehilangan sosok orang tuanya. Anak cenderung akan memilih ikut dengan ibu atau ayah. Sementara budaya patriarki meyakini bahwa laki-laki bertanggung jawab pada urusan nafkah. Sedangkan untuk urusan domestik dan mengurus anak adalah tanggung jawab perempuan”, dijelaskan dosen Psikology Wima.
Ditanya tentang dampak yang ditimbulkan dari Fatherless Andi Cahyadi menuturkan, bahwa dapat berdampak yang sangat signifikan pada berbagai aspek kehidupan mereka, namun dengan strategi penanganan yang tepat anak akan dapat menghadapi dengan baik dan akan tetap tumbuh menjadi individu yang kuat dan sehat secara emosional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....