Sejarah dan Peristiwa Penting Puasa Asyura

  • 14 Jul 2024 14:40 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Hari silih berganti, bulan berganti, dan tahun demi tahun terlewati. Tak terasa kita telah memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) dalam Islam.

Di dalam bulan ini, terdapat satu hari yang sangat dimuliakan, yaitu hari Asyura. Banyak kejadian penting yang berhubungan dengan hari Asyura, yang tidak hanya relevan dalam Islam, tetapi juga dalam beberapa agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Kristen.


Mengapa Hari Asyura Dimuliakan?

Menurut Ustaz Moch. Taufiqurrahman, hari Asyura memiliki sejarah yang sangat panjang dan penting. Hari ini diakui sebagai hari yang mulia tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh agama-agama yang lahir dari Nabi Ibrahim (Yahudi dan Kristen).

"Beberapa peristiwa besar yang terjadi pada hari Asyura antara lain: Nabi Adam a.s. bertemu kembali dengan istrinya, Hawa, Nabi Nuh a.s. diselamatkan dari banjir besar, dan Nabi Musa a.s. dan umatnya diselamatkan dari kejaran Firaun, yang kemudian tenggelam di Laut Merah pada tanggal 10 Muharram," kata Ustaz Moch. Taufiqurrahman yang diwawancara presenter Tediy Junianto dalam program siaran radio kajian subuh 'Mutiara Pagi' di 91,2FM Pro1 RRI Jakarta.


Puasa Asyura dalam Islam

"Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga memperingati hari Asyura," kata Ustaz Moch. Taufiqurrahman menambahkan. Bahkan sebelum perintah puasa di bulan Ramadan diturunkan, beliau sudah menjalankan puasa Asyura.

Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa pada hari Asyura, mengikuti tradisi Nabi Musa yang berpuasa pada hari ini sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan dari Firaun. Rasulullah juga menambahkan puasa pada tanggal 9 dan 11 Muharram untuk membedakan umat Islam dari umat Yahudi.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Puasa pada hari Asyura menghapus dosa-dosa tahun sebelumnya." Oleh karena itu, puasa Asyura sangat dianjurkan sebagai bentuk ibadah yang penuh berkah dan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Kapan 10 Muharram Jatuh pada Tahun Ini?

Berdasarkan Kalender Hijriah 2024 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1446 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 7 Juli 2024. Dengan demikian, hari Asyura, yaitu 10 Muharram, akan bertepatan dengan Selasa, 16 Juli 2024.

Penetapan ini juga diikuti oleh PP Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Namun, menurut Lembaga Falakiyah PBNU, awal Muharram 1446 H baru dimulai pada hari Senin, 8 Juli 2024.

Penetapan ini didasarkan pada metode istikmal, karena hilal tidak terlihat di lokasi pengamatan yang ditentukan oleh NU. Oleh karena itu, menurut kalender Hijriah NU, hari Asyura 10 Muharram akan jatuh pada Rabu, 17 Juli 2024.

Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi dalam metode penetapan awal bulan Hijriah, namun keduanya tetap memegang makna penting dari peringatan hari Asyura bagi umat Islam.


Keutamaan dan Alternatif Amalan di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dianjurkan untuk berpuasa, tetapi juga untuk melakukan berbagai amalan baik lainnya. Ustaz Moch. Taufiqurrahman menyarankan beberapa bentuk amalan yang bisa dilakukan pada hari ini, terutama bagi mereka yang tidak dapat berpuasa.

Pertama, melakukan sholat dan memberikan shodaqoh. "Hari Asyura dikenal juga sebagai 'Lebaran Anak Yatim,' di mana umat Islam dianjurkan untuk berbagi kepada anak-anak yatim. Membantu dan memberikan kebahagiaan kepada mereka akan mendatangkan kemuliaan dan ketenangan jiwa," kata Ustaz Taufiqurrahman.

Selain itu, memperbanyak dzikir dan doa juga sangat dianjurkan. Mengucapkan kalimat-kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar dapat memberikan nilai tambah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ustaz Taufiqurrahman juga menekankan pentingnya berbagi makanan, seperti tradisi membuat dan membagikan "Bubur Suro" di beberapa daerah. Berbagi kepada sesama, termasuk tetangga yang non-Muslim, akan mempererat silaturahmi dan rasa kasih sayang.

Menutup wawancaranya, Ustaz Taufiqurrahman menyampaikan, "Hari Asyura adalah hari di mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala menuliskan sejarah tentang nabi-nabinya yang diselamatkan oleh Allah di bulan Muharram ini. Seperti Nabi Nuh, Nabi Adam, hingga Nabi Musa Alaihissalam. Kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharram serta berbagi dengan anak yatim dan sesama. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan terus menginspirasi melalui amalan-amalan mulia di hari Asyura,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....