Peringatan Hari Amnesti Internasional, Pahami Sejarah dan Tujuannya
- 27 Mei 2024 16:51 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Amnesty International Day, atau Hari Amnesti Internasional, diperingati setiap tanggal 28 Mei. Ini untuk mengadvokasi hak asasi manusia dan meningkatkan kesadaran tentang berbagai pelanggaran yang terjadi di seluruh dunia.
Pada hari tersebut, orang-orang dari berbagai ras, bangsa, dan budaya didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai acara yang berfokus pada hak asasi manusia. Amnesty International adalah organisasi non-pemerintah internasional yang didedikasikan untuk mendukung gerakan hak asasi manusia global.
Organisasi ini melakukan kampanye, advokasi, riset, dan memobilisasi publik untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, menghentikan penyiksaan, serta melindungi hak-hak individu yang dilanggar. Amnesty International juga mengadvokasi hak-hak untuk kebebasan berekspresi, berserikat, berkumpul, dan berpendapat, serta membahas dan memperjuangkan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.
Didirikan pada tahun 1961 oleh Peter Benenson, seorang pengacara Inggris, Amnesty International lahir dari kemarahan Benenson setelah mendengar tentang dua mahasiswa Portugis yang dipenjara hanya karena bersulang untuk kebebasan. Benenson menulis artikel di surat kabar The Observer, menyerukan solidaritas global demi keadilan dan kebebasan.
Mula-mula, organisasi ini berfokus pada pembebasan tahanan politik. Namun seiring waktu, Amnesty berkembang untuk menegakkan seluruh spektrum hak asasi manusia. Amnesty International kini melindungi dan memberdayakan masyarakat dalam berbagai isu, seperti penghapusan hukuman mati, perlindungan hak-hak seksual dan reproduksi, memerangi diskriminasi, serta membela hak-hak pengungsi dan migran.
Dengan berbasis di London, organisasi ini telah membuka kantor di berbagai negara, termasuk di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Kantor-kantor regional memungkinkan Amnesty untuk merespons kejadian dengan cepat dan memperlancar komunikasi.
Di Indonesia, Amnesty International didirikan pada tahun 2017 dengan meluncurkan 9 Agenda HAM sebagai fokus kampanye mereka. Berbagai tantangan hak asasi manusia di Indonesia, seperti diskriminasi terhadap minoritas agama, gender, dan orientasi seksual serta kriminalisasi terhadap mereka yang menyampaikan pendapatnya secara damai, menjadi perhatian utama Amnesty.
Amnesty International Indonesia aktif dalam berkampanye dan melakukan advokasi bersama mitra serta partisipasi publik untuk meningkatkan penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Mereka berkolaborasi dengan para pembela HAM, korban, keluarga korban, serta organisasi sejenis untuk mendesak pemangku kepentingan agar memenuhi hak asasi manusia dan menuntut penyelesaian pelanggaran.
Hari Amnesti Internasional bukan hanya peringatan, tetapi juga seruan untuk aksi nyata dalam memperjuangkan hak asasi manusia di seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....