Asal Usul Etnik Borgo di Manado Sulawesi Utara

  • 23 Mei 2024 14:00 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Orang Borgo adalah salah satu golongan penduduk yang merupakan bagian dari suku bangsa Minahasa, berdiam di daerah Sulawesi Utara (Sulut), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada masa lalu mereka banyak berdiam di Kota Manado, Kema Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Tanawangko Kabupaten Minahasa, dan Kota Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Mereka ini pada mulanya merupakan golongan peranakan dari orang Eropa, yaitu Belanda, Portugis, dan Spanyol.

Sejarah etnik Borgo diManado Sulawesi Utara tidak bisa dilepaskan dari kedatangan orang Eropa keTimur Indonesia.Borgo sejatinya adalah etnis yang lahir dari hasil perkawinan orang Eraaoapa dengan penduduk asli Manado,berawal dari kedatangan Portugis dan Spanyol untuk mencari pusat rempah dikepulauan Maluku pada abad ke 16,saat Maluku berhasil dijejaki pada tahun 1512,beberapa tahun kemudian tepatnya ditahun 1523,Manado dijadikan tempat persinggahan sebelum para pelaut Portugis bertolak keMalaka(Sekarang Malaysia).

Orang-orang Eropa Selatan ini kebanyakan lajang, diMaluku mereka menikah dengan orang-orang setempat. Dari pernikahan itu lahirlah orang yang disebut Mestico atau Mestizo. Istilah Mestico mengacu pada orang yang lahir dari ibu Pribumi dan ayah Eropa.

Ketika para serdadu Portugis datang ke Manado banyak dari orang-orang Mestico asal Maluku turut dibawa ke Manado, sebagai bagian dari serdadu Portugis. Di Manado,orang-orang Mestico ini membaur dan bergaul dengan penduduk setempat hingga terjadilah perkawinan.

Sementara orang-orang Portugis dan Spanyol yang datang juga menikah dengan penduduk Manado.Selanjutnya, penguasa Portugis diMaluku intens mengirim utusannya keManado untuk menjalin hubungan dengan penguasa setempat.

Misi mereka, selain menjadikan Manado sebagai pelabuhan yang bisa mendukung pergerakan mereka ke wilayah-wilayah terdekat, juga dalam rangka menyebarkan iman katolik.

Selain Spanyol, Portugis dan Belanda orang-orang Eropa di antaranya dari Jerman juga banyak yang datang dan kawin dengan peduduk Manado. Orang-orang Jerman yang datang ke Manado dan Sulawesi Utara biasanya adalah para penginjil Kristen Protestan.Dari Vrije burgers berkembang menjadi istilah Burger, lalu Borgor,dan akhirnya lewat lidah warga setempat terciptalah istilah Orang Borgo.Sebagaimana umumnya orang Sulawesi Utara yang identik dengan marga atau fam di bagian akhir namanya, orang Borgo juga punya marga.

Orang Borgo biasanya memiliki marga khas Eropa. Beberapa marga tersebut seperti Andries, Aruperes, Boham, Boulegraa, Canon, Caroles, Corneles, De Joung, Eman, Frederick, Gosal, Golose, Heydemans, Jocom. Kloers, Lefrand, Meyer, Mekel, Oehlers, Parera, Richter, Schraam, Tamara, Voges, Van Essen, Weydemuller, Wowor. Keiler dan Zeekeon, Onsent, Areros, dan Pieterz.

Manado punya etnis keturunan Eropa. Namanya etnik Borgo,etnik Borgo merupakan hasil perkawinan antara turunan Spayol,Portugis,Belanda dan Eropa lainnya dengan orang orang dari Kerajaan Bawontehu dan Minahasa.

Etnik Borgo mewarnai sejarah Manado yang sudah berumur 399 tahun. Sumbangsih mereka tidak sedikit pada Manado. Antara lain nampak pada bahasa Melayu Manado yang dipengaruhi bahasa Spanyol, Portugis,Belanda dan Inggris.Paulus Heydemans penggiat Budaya yang menekuni etnis Borgo menuturkan budaya Borgo sangat beragam mulai dari tarian,musik,hingga pertunjukan,peninggalan Borgo lainnya adalah tarian Katrili,tarian ini sangat kental dengan budaya Spanyol dari pakaian hingga bahasa.Katrili tergolong baru dibanding peninggalan Borgo lainnya.

Salah satu peninggalan Borgo yang sangat ngetop diManado adalah figura. Pria berdandan ala wanita dengan memakai rok, wig, dan lipstick di bibir. Mereka jalan keliling desa sambil bernyanyi dan berjoget.Ini bukan waria tapi tradisi awal tahun diSulawesi Utara yang disebut figura,Figura biasa diadakan atau dilombakan untuk mencari dana suasana Figura santai dan penuh gelak tawa dulunya Figura tidak begitu Figura berakar dari tradisi setempat untuk menipu roh jahat.

Tradisi ini kemudian menyatu dengan kebudayaan Spanyol yang masuk keSulut melalui pesisir utara provinsi ini,termasuk diMinahasa Utara.Nama Figura sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya sosok atau figur.

Secara sosiologis maupun antropologis dalam konteks etnisitas, masyarakat keturunan Borgo akhirnya sudah merupakan bagian dari Etnik Minahasa yang hidup di daerah Sulawesi Utara.

Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, masyarakat keturunan Borgo memiliki tampang Endo; adalah turunan dari orang Spanyol, Portugis, dan Eropa.Kota Manado kemudian mulai dan terus berkembang dengan adanya masyarakat keturunan Spanyol,Portugis,Jerman,dan Belanda,juga dengan kedatangan orang orang yang berasal dari Jawa,Banjar,Flore,Timor dan Maluku sehingga terbentuklah masyarakat kota Manado yang heterogen dengan bahasa Melayu pasar atau dialek Manado sebagai bahasa pengantar.





















Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....