Mengenal Kunang-kunang dari Rumah Konservasi Gianyar
- 29 Apr 2024 04:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Gianyar: Rumah Konservasi Kunang-kunang di Gianyar, Bali menjadi rumah untuk kunang-kunang. Upaya menjaga keberadaan hewan yang memiliki cahaya itu dengan melakukan riset, penelitian dan eksperimen sehingga membantu meningkatkan populasi kunang-kunang.
Founder Rumah Konservasi Kunang-kunang, I Wayan Wardika menjelaskan ada 2.000 spesies kunang-kunang di muka bumi. Lebih lanjut, I Wayan menjelaskan secara umum ada dua jenis habibat kunang-kunang.
"Pertama, jenis terrester yakni kunang-kunang yang habitatnya adalah lahan kering berupa ladang, perkebunan, hutan dan pepohonan. Kedua adalah jenis semi-aquatik, mereka yang habitatnya basah seperti persawahan, tepi sungai dan sumber-sumber air," kata I Wayan, kepada rri.co.id, Minggu (28/4/2024).
I Wayan tidak menjelaskan jenis spesies kunang-kunang yang menghuni rumah konservasi miliknya. Hanya saja secara morfogis berbeda dengan kunang-kunang dari berbagai tempat baik dari segi bentuk, warna dan intensitas cahaya.
I Wayan menjelaskan kunang-kunang termasuk dalam ordo coleoptera atau bangsa kumbang karena memiliki dua tipe sayap. Tipe tersebut yakni sayap keras pada bagian depan dan sepasang sayap halus yang berfungsi membantu kunang-kunang terbang.
"Kalau sayap keras untuk melindungi sayap halus yang mudah rusak. Dibeberapa negara, kunang-kunang dikenal dengan berbagai nama seperti lightningbugs, candle flies, glow-worms, fire bobs dan firebugs," jelasnya.
Baca juga: https://www.rri.co.id/lain-lain/658512/jarang-lihat-kunang-kunang-rumah-konservasi-di-gianyar-ketir-ketir
Kunang-kunang memiliki ciri khas yakni mengeluarkan cahaya pada kegelapan yang sangat indah. I Wayan menyebut kemampuan kunang-kunang mengeluarkan cahaya disebut bioluminescence, yang artinya cahaya yang dihasilkan oleh benda hidup.
Cahaya pada kunang-kunang dihasilkan oleh enzim 'luciferase' dengan memanfaatkan energi'adenosine triphosphate atau ATP, yang berperan sebagai perantara untuk menyalurkan energi disekitar sel.
Ada beberapa proses dalam pembuatan cahaya kunang-kunang yakni enzim menjadi perantara ATP dengan mentransfer energi ke melekul atau senyawa (luciferin). Senyawa ini yang membuat proses cahaya, dan tahap kedua konversi luciferin melalui reaksi kimia, dengan kadar energi memuncak.
"Cahaya kunang-kunang dewasa untuk mencari jodoh atau juga sebagai peringatan terhadap predator. Adapun kunang-kunang dalam bentuk larva akan bercahaya jika terganggu dengan adanya sentuhan atau rangsangan didekatnya,' ujar I wayan dalam bukunya.
Adapun memudarnya cahaya karena ulah manusia seperti beralihnya fungsi lahan sehingga habitat kunang-kunang hilang. Faktor lain, polusi cahaya yang menghambat kenyamanan dan reproduksi.
"Ketiga, penggunaan pestisida yang semakin massif yang mengakibatkan hilangnya mikroorganis yang merupakan makanan Kunang-kunang. Kunang-kunang akan hidup pada air dan tanah yang sehat, serta udara yang bersih," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....