Kenapa Baju Koko Jadi Baju Muslim?, Begini Sejarahnya!

  • 19 Mar 2024 03:26 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Di Indonesia, baju koko diidentikkan dengan baju muslim kaum pria. Tak heran jika menjelang Lebaran, baju ini selalu laris dicari pria.


Tak hanya dipakai pada saat waktu ibadah salat dan Hari Raya Lebaran, baju Koko dipakai pada saat gelar pesta pernikahan ataupun acara keagamaan lain khususnya agama Islam.

Namun, taukah kamu asal mula baju koko dan mengapa disebut baju Koko?
Peneliti Sejarah JJ Rizal menyebutkan, baju koko konon bermula dari pakaian atau baju sehari-hari pria keturunan Tionghoa yang dinamakan Tui-Khim. Baju Tui-Khim dipadupadankan pula dengan celana panjang hingga batas mata kaki.

Seiring berjalannya waktu, sekitar abad 20, baju Tui-Khim digunakan juga oleh warga pribumi karena seiring membaurnya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Indonesia saat itu. Termasuk diantaranya dipakai juga oleh kalangan masyarakat Betawi yang kemudian disebut dengan baju Tikim. Oleh masyarakat pribumi, munculnya istilah baju koko dikarenakan seorang pria Tiongkok yang menggunakan baju itu disebut engko-engko, sehingga jika diucapkan dalam bahasa Indonesia menjadi Koko.

Dilansir dari laman sumeks.disway.id, baju Koko diadopsi dan mirip dengan baju adat khas Jawa yang disebut Surjan yang dipakai untuk menghadiri acara resmi seperti upacara adat Jawa, dan dilengkapi aksesori blangkon atau beberan. Baju Surjan inilah dipercaya menjadi "pencetus" kelahiran baju Koko di Indonesia.

Konon, baju Surjan ini adalah hasil sentuhan dari Wali Songo yakni Sunan Kalijaga. Model baju surjan Jawa tadinya berlengan pendek. Namun Sunan Kalijaga memodifikasi baju itu menjadi baju takwa dengan lengan panjang.


Adapun tujuan dari modifikasi baju Surjan menjadi baju Takwa, ternyata memiliki makna dan filosofi sendiri dimulai dari penyebutan nama baju Takwa dikarenakan hanya boleh dipakai saat acara keagamaan saja.

Kemudian di leher baju Takwa terdapat tiga buah kancing. Ketiga kancing tersebut melambangkan Iman, Ikhsan, dan Islam. Lalu, bagian bahu kanan dan bahu kiri baju


Takwa ada masing-masing tiga kancing yang merupakan simbol dua kalimat syahadat. Dari baju Takwa terdapat juga enam kancing yang berada di bagian lengan kiri dan lengan kanan, melambangkan Rukun Iman. Serta yang terakhir, lima kancing depan di bagian dada baju disebut-sebut melambangkan rukun Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....