Sekilas Sejarah Pekan TIlawatil Qur’an Radio Republik Indonesia

  • 01 Apr 2023 12:52 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI pada awalnya adalah kegiatan tahunan berskala nasional internal RRI yang diikuti para peserta dari perwakilan Satuan Kerja (Satker) RRI yang diseleksi dalam babak kualifikasi oleh seluruh Satker RRI di Indonesia.

Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI pertama kali diselenggarakan tahun 1968 di Makassar bernama “Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)”.

Konsep MTQ (1967) awalnya adalah gagasan Muhammad Sani yang saat itu menjabat sebagai Kepala RRI Makassar. (Almarhum terakhir menjabat sebagai Direktur RRI). Konsep awalnya adalah menggelar sebuah ajang seni membaca ayat suci Alqur’an.

Muhammad Sani menyampaikan gagasannya itu pada tahun 1968 kepada Walikota Makassar H. Daeng Tatompo. Gagasan tersebut langsung disambut baik, bahkan Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Ahmad Lamo menginginkan agar MTQ RRI tidak hanya menjadi ajang yang bersifat internal RRI, namun dijadikan sebagai kegiatan bersifat nasional.

MTQ RRI pertama berlangsung di Masjid Raya Makassar dan awalnya hanya melombakan satu nomer saja yaitu nomer Tilawah Dewasa. Saat itu keluar sebagai juara adalah Ahmad Sahid dari Jawa Barat dan Muhammadong dari Makassar.

Selanjutnya penyelenggaraan MTQ dilaksanakan secara bersama-sama antara RRI dan pihak Kementerian Agama hingga beberapa kali pelaksanaan yang berlangsung di beberapa kota.

Nama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ RRI) kemudian berubah menjadi Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ RRI) ketika penggagas MTQ RRI yaitu Muhammad Sani, menginginkan agar lomba baca Al Qur’an itu tetap diselenggarakan pada bulan Ramadhan (sebelum Nuzunul Qur’an) karena juara dari MTQ tersebut selanjutnya akan melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an pada perayaan Nuzunul Qur’an tingkat nasional di Istana Negara.

Muhammad Sani juga ingin MTQ RRI sebagai syiar Islam dan pemuliaan Al Qur’an di bulan Ramadan, sehingga pelaksanaan MTQ RRI berubah menjadi PTQ RRI. Sementara Kementerian Agama tetap mengelar kegiatan dengan menggunakan nama MTQ.

Hingga saat ini RRI secara konsisten terus menyelenggarakan PTQ setiap tahunnya hingga PTQ ke-52 di tahun 2022 ini. (kecuali tahun 2020 karena Pandemi Covid-19).

MTQ dan PTQ RRI sejak awal digelar telah melahirkan para juara yang kemudian banyak yang menjadi Kyai, Ahlil Qitab Al Qur’an dan menjadi hakim pada setiap lomba baca Al Qur’nan.

Mereka di antaranya (qori) : KH. Ahmad Syahid, KH. Muhammadong, KH. Muamar ZA, KH. Azis Muslim, KH. Bashori Alwi, KH. Said Agil Munawar (pernah menjadi Menteri Agama).

Sedangkan qoriah di antaranya Hj Rofiqoh Datowahab, Hj. Nursiah Ismail, Hj. Aminah dan Hj. Maria Ulfah.

PTQ Nasional di Kota Kendari

Pada tahun 2023, Kota Kendari percayakan menjadi tuan rumah PTQ ke53 Tingkat Nasional, setelah sebelumnya pada tahun 2022 dilaksanakan di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelaksanaan PTQ Tingkat Nasional di Kota Kendari sebagai tuan rumah baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengapresiasi RRI yang telah mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah.

Menurutnya, Sultra telah memiliki kawasan MTQ secara permanen tetap menjadi ikon serta kebanggaan masyarakat Sultra. Lokasi itu telah mengantarkan Sultra mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada pelaksanaan MTQ ke-21 Nasional 2006.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....